Organisasi Guru Menilai Gagasan Pendidikan 3 Capres Hanya Gimik

Rabu, 07 Februari 2024 – 17:27 WIB
Satriwan Salim. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com - Koordinator Nasional (Kornas) Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai gagasan pendidikan ketiga calon presiden (capres) masih bersifat gimik dan normatif saja. Belum menyentuh persoalan fundamental pendidikan nasional.

Satriwan menyayangkan bahwa ketiga capres kurang memperhatikan data-data aktual dan belum menawarkan solusi konkret yang menunjukkan ragam masalah kualitas pendidikan Indonesia.

BACA JUGA: Surya Paloh Blak-blakan soal Alasan Pilih Anies Jadi Capres

"Belum ada tawaran perbaikan konkret dan signifikan mengenai problematika mendasar rendahnya literasi dan matematika anak Indonesia," kata Satriwan, Rabu (7/2).

Dia menjelaskan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2022, terungkap fakta bahwa 1 dari 2 anak Indonesia belum mampu mencapai kompetensi minimum literasi dan 3 dari 4 anak Indonesia belum mencapai kompetensi minimum numerasi. 

BACA JUGA: Seleksi PPPK: Kabar Gembira Bukan Hanya untuk Guru P1

Yang lebih menyedihkan, skor PISA Indonesia 2022 yang terus merosot tajam. Skor numerasi Matematika Indonesia (366) sama dengan Palestina yang kondisinya jauh lebih tidak stabil karena sekolah mereka porak poranda akibat perang. Skor numerasi tersebut bahkan menjadi yang terendah sejak 2006.

Skor literasi membaca Indonesia pada 2022 juga menjadi yang terendah di antara skor PISA tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar 359. Pada 2009 Indonesia pernah mencatatkan skor PISA literasi membaca sebesar 402. 

BACA JUGA: Honorer Satpol PP Kawal Pengusulan Kebutuhan PNS & PPPK 2024, Ada SE Mendagri 

Satriwan menyampaikan para capres juga tidak menyinggung bagaimana peringkat Indeks Kompetitif Global Indonesia. Indeks ini sangat berkorelasi dengan pendidikan. Sebab, bagaimana kebijakan pendidikan nasional akan menentukan seberapa kompetitif peserta didik sebagai sumber daya manusia Indonesia ketika bersaing secara global nanti. 

Data Global Competitive Index (GCI) 2023, Indonesia belum bisa melampaui posisi Malaysia (27), Thailand (30) dan Singapura (4). 

“Dalam GCI, Indonesia memang melompat 10 peringkat, tetapi sayangnya belum bisa menyalip tetangga sesama Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura," ucapnya.

Satriwan mengatakan dalam bersaing secara global, Indonesia juga perlu mempertimbangkan modal yang dimiliki Indonesia. Merujuk Human Capital Index (HCI) 2020, Indonesia menempati posisi 96 dari 174 negara. 

Artinya, berdasarkan capaian pendidikan dan status kesehatannya, diperkirakan anak Indonesia yang lahir tahun 2020, 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 54 persendari potensi produktivitas maksimum. 

"Kedua indeks ini tidak disentuh dan tidak diberi solusi konkret oleh ketiga capres dalam debat," pungkasnya. (esy/jpnn.com)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler