Overtarget, BBTF 2016 Kebanjiran Buyers Pariwisata

Rabu, 18 Mei 2016 – 21:33 WIB
Menpar Arief Yahya mengunjungi stan Bali & Beyond Travel Fair, dalam acara di BICC, baru-baru ini. Foto: bbtf

jpnn.com - BALI - Bursa pariwisata internasional Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2016 yang akan digeber di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali 22-26 Juni 2016, kebanjiran para buyers potensial seluruh dunia.

Sampai hari ini, Rabu (18/5), target 275 buyers yang diprediksi panpel sudah jauh terlewati. Saat ini tercatat 323 buyers dari 42 negara yang mendaftar. 

BACA JUGA: Jangan Disepelekan, Jambu Biji Punya Banyak Manfaat Loh

Artinya, sudah melebihi target 48 buyers yang akan berbondong-bondong bertransaksi ke Pulau Dewata. Semua seolah sudah tak sabar untuk ‘berbelanja’ paket wisata yang akan dipamerkan di Bali untuk destinasi wisata di kawasan Indonesia Timur (Bali beyond). 

“Angka 323 buyers itu luar biasa, respons pasar. Kami sudah menyortirnya dengan ketat. Hanya potential buyers saja yang kami acc untuk diikut sertakan,” papar Ketua Penyelenggara BBTF 2016 I Ketut Ardana, Rabu (18/5).

BACA JUGA: Simak, 5 Tips Keramas yang Benar Sesuai Masalah Rambut

Penyelenggaraan BBTF yang tahun ini mengangkat tema ”Where The World Comes To Meet” menargetkan transaksi sebesar Rp 9,4 triliun dengan jumlah penjualan pax yang akan mendatangkan kunjungan 500.000 wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. 

Angka 500.000 wisman tadi setara dengan 13 persen dari peningkatan kunjungan wisman ke Bali yang tahun ini menargetkan 4,2 juta wisman. “Ini seperti mesin pencetak wisman. BBTF sangat efektif menarik kunjungan wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali beyond,” tambah Ardana.

BACA JUGA: Anda Sering Tidur Singkat? Baca ini deh..

Di BBTF 2016, pelaku usaha dari India ada di urutan teratas. Ada 77 tour operator asal India yang ikut hunting di penyelenggaraan bursa pariwisata internasional. Setelah itu, ada Tiongkok yang menghadirkan 20 tour operator. Satu strip di bawah Tiongkok, ada  Australia dengan 17 tour operator. Selain itu, ada juga dari Filipina (17), Jerman (12), Malaysia (11), Belanda (11), Singapore (11), Uni Emirat Arab (11), Inggris (15) serta Amerika Serikat (9).

“Negara-negara tadi selama ini paling banyak menyumbangkan wisatawan mancanegara (wisman). Saya yakin even ini mampu menggejot potensi jumlah kunjungan wisman. Khususnya dari Tiongkok dan India,” ujar Ardana.

Secara total, pihaknya berharap ada kenaikan 550.000 wisman sebagai imbas dari even tersebut. Apalagi dalam agenda ini, penyelenggara juga merancang paket khusus bagi buyers platinum, berupa post tour ke empat destinasi unggulan Tanah Air seperti Banyuwangi, Gili Trawangan, Pulau Komodo dan Toraja.

Post tour ini digelar untuk memperluas destinasi tujuan wisata bagi para pasar existing. Misalnya, Tiongkok yang selama ini mayoritas memilih Jakarta, Bali dan Manado diharapkan akan mulai melirik Gili Trawangan.

“Market untuk keempat destinasi itu sebenarnya mayoritas Eropa dan ASEAN. Tapi kita tidak mau hanya mentok di situ saja, makanya kita perkenalkan ke market baru seperti Tiongkok. Nanti para tour operatornya kami ajak ke sana,” jelasnya.

Selain pembeli dari luar negeri, 20 pelaku industri dalam negeri juga mendaftar sebagai buyers. Akan tetapi mayoritas pelaku industri dari Tanah Air lebih berperan sebagai seller yang menjual berbagai paket wisata, kamar hotel dan atraksi wisata.

“Untuk sellernya ada 169 perusahaan yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Kami harapkan total nilai transaksi nanti bisa mencapai Rp 9,4 triliun,” ucapnya.

Menpar Arief Yahya melihat overtarget itu sebagai indikator, bahwa sektor pariwisata sudah semakin menguat. "Agar semakin kokoh, saya ingin tahun depan berani mengundang sellers dan buyers Malaysia, Singapore, Thailand dan Filipina ke Bali. Mengapa harus takut? Ini untuk menaikkan status BBTF, percayalah destinasi kita jauh lebih hebat dan punya keunikan yang khas," kata Menpar Arief Yahya. 

Lagi pula, setiap persaingan, setiap benchmarking, selalu membuat kita semakin siap! Persaingan sehat membuat industri kita makin kreatif, makin pintar membaca trend, makin kuat. "Kalau produk kita sudah bagus, dimarketingkan dengan cerdas, costumers akan percaya kok! Kita harus out world looking, jangan puas menjadi jago kandang," ungkapnya. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yuk Tingkatkan Hubungan Intim tanpa Lepas Baju


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler