Owi / Butet Akhiri Kutukan Istora di Indonesia Open Terakhir

Senin, 09 Juli 2018 – 08:52 WIB
Owi dan Butet. Foto: Badminton Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Ganda campuran paling disayang fan Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir atau Owi / Butet menjadi jawara Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000.

Dalam laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7), Owi / Butet menang atas ganda Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) 21-17, 21-8.

BACA JUGA: Mungkin Ini Indonesia Open Terakhir Buat Butet

Kemenangan itu membuat Owi / Butet mengakhiri kutukan Istora, setelah tujuh kali gagal menjadi juara Indonesia Open yang digelar di Istora. Kemenangan ini sekaligus membuat Owi / Butet mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu, saat turnamen dilangsungkan di JCC Senayan.

Owi / Butet juga akan kembali merajai puncak ranking ganda campuran berkat keberhasilan di rumah sendiri ini. "Akhirnya setelah sekian lama, di Istora kami bisa juara. Pertama saya tegang karena banyak penonton, tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang, karena kami bisa menerapkan pola permainan kami," kata Owi seperti dikutip dari Badminton Indoneisa.

BACA JUGA: Menangi Perang Saudara, Marcus / Kevin Mulus ke Final

Sementara Butet mengaku senang dan sedih karena kemenangan ini mungkin menjadi gelar Indonesia Open terakhir buat dia. "Sebenarnya saya senang sekaligus sedih karena kemungkinan ini terakhir kali saya tanding di Indonesia Open. Kami senang bisa memberi gelar, mitos Istora angker buat Owi / Butet sudah tidak usah dibahas lagi, sudah dibayar lunas," ujarnya.

"Maknanya besar buat kami, sejujurnya walaupun saya bilang tidak mau memikirkan, tapi tetap mikirin kok enggak bisa juara di Istora?" tambahnya.

BACA JUGA: Kalahkan Hafiz / Gloria, Owi / Butet ke Final Indonesia Open

Butet mengungkapkan walaupun mereka unggul 9-1 dalam rekor pertemuan, namun mereka tak mau lengah dan tetap mempersiapkan diri dengan pelajari video permainan lawan.

"Mereka pasti terganggu dengan ramainya suporter, apalagi saya baca statement Goh tentang melawan satu stadion, mungkin dia juga bergetar menghadapi suporter sebanyak itu," ucap Liliyana.

Sementara itu, Chan/Goh berharap mereka mendapat kesempatan berjumpa lagi dengan Liliyana sebelum dia pensiun. Chan/Goh berharap dapat memenangkan laga tersebut dan memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 2-10.

"Tadi saya kesulitan bicara dengan Chan, memang penonton memberi tekanan yang tinggi ke kami. Kami tidak bermain baik, kami kurang puas dengan penampilan kami. Servis pendek dan panjang yang mereka kombinasikan membuat kami bingung," ujar Goh.

"Sebetulnya kami mau coba bermain seratus persen tetapi sudah keburu kalah. Lawan memang lebih berat. Sesudah olimpiade, Tontowi/Liliyana tetap tampil konsisten, sementara kami masih belum stabil," tambah Chan. (adk/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kevin, Kok Tengil Banget Sih?


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler