Pacu Jumlah Entrepreneurship di Sumsel Lewat #Hack4ID

Sabtu, 22 Juli 2023 – 10:00 WIB
Program #Hack4ID besutan Kemenkominfo melalui 1000 Startup Digital dengan berkolaborasi bersama Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatra Selatan. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Founder Palcomtech Group Hendri mengatakan pendekatan langsung ke lapangan dengan mengenali perilaku dari user atau target market adalah hal penting untuk menentukan masalah serta solusi yang tepat guna.

“Setiap ada problem, selalu ada solusi. Pertanyaannya adalah apakah masalah dan solusi tersebut sudah tepat bagi target market? Tidak semua," ujar Hendri melalui siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu (22/7).

BACA JUGA: Pemprov Sumsel Jadikan Bidan Ujung Tombak Menekan Angka Stunting

Hal itu disampaikannya dalam acara #Hack4ID besutan Kemenkominfo melalui 1000 Startup Digital dengan berkolaborasi bersama Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatra Selatan baru-baru ini.

Di sini, lanjutnya, kita akan memecahkan mana problem dan solusi yang tepat untuk user dan segmennya. Salah satunya dengan profiling user.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Kembali Datangi Ponpes Al Zaytun, Diajak Masuk Bunker, Penuh!

Hendri juga menjelaskan mengenai pentingnya melakukan hipotesis atas masalah dengan memetakan sesuai langkah-langkahnya. Terdapat empat tahapan, yaitu customer interview, develop a solution profile, minimum viable product, dan validate iteration.

Develop a solution profile adalah melakukan list atas solusi yang dibutuhkan, kemudian dibuat buyer persona. Intinya ujar Hendri, harus mendapatkan data dari sebagian besar orang yang menjadi sumber informasi dalam menentukan masalah dan solusi.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Pendaftaran CPNS 2023 & PPPK dari KemenPAN-RB, Kuota Lumayan

"Dari sini, kita akan dapat gambaran besarnya. Solusi yang kita pikir tepat bisa jadi tidak tepat. Itulah gunanya men-develop solusi, bukan memaksakan solusi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Hendri memberikan contoh kasus berupa masalah dan solusi yang sekiranya akan fit untuk diterapkan pada konsep pasar apung.

Para peserta dengan antusias mengemukakan ide-idenya, seperti digitalisasi yang bisa dimanfaatkan dengan pembayaran melalui QRIS, membuat aplikasi belanja online.

Kemudian, solusi berupa pemanfaatan unsur pariwisata sehingga bisa menarik lebih banyak customer.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Balitbangda Provinsi Sumatra Selatan Alamsyah yang mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kolaborasi antara Kemenkominfo dengan Balitbangda sebagai upaya untuk memajukan tingkat entrepreneurship di provinsi itu.

“Kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan inovasi di Provinsi Sumsel serta upaya melahirkan startup di Sumatera Selatan, khususnya startup digital," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa #Hack4ID merupakan program Ideathon yang diinisiasi Kemenkominfo RI melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sebagai rangkaian untuk mentransformasi permasalahan industri menjadi rencana solusi digital.

Kegiatan ini mengajak para pelaku industri berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas calon founder startup dengan inovasi digital yang dapat menyelesaikan permasalahan industri. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler