Pak Ganjar Minta Pertambangan di Alur Sungai Dekat Merapi Dihentikan

Sabtu, 21 Agustus 2021 – 22:23 WIB
Puncak Gunung Merapi. Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

jpnn.com, SEMARANG - Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Selama sepekan terakhir, gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu 20 kali mengeluarkan awan panas guguran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi Merapi.

BACA JUGA: Saat HUT Kemerdekaan RI, Gunung Merapi Keluarkan 323 kali Gempa Guguran

Selain aktif berkomunikasi dengan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Ganjar juga sudah menerjunkan tim ke beberapa daerah rawan.

"Kami pantau terus menerus. Kami aktif berkoordinasi dengan BPPTKG terkait perkembangan Merapi. Kami juga sudah memeriksa, apakah ada yang mengungsi, ternyata sampai saat ini tidak ada," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Sabtu (21/8).

BACA JUGA: Pak Ganjar Pantau WNI di Afghanistan

Ganjar mengatakan pihaknya juga sudah menggerakkan BPBD untuk mengantisipasi dampak erupsi merapi. Beberapa daerah yang terkena dampak abu vulkanik, sudah dikirim bantuan masker.

"Paling banyak dampaknya terjadi di Kabupaten Magelang. Sudah kami distribusikan sejak Senin lalu sampai sekarang, 10 ribu masker medis lewat BPBD Kabupaten Temanggung," jelasnya.

BACA JUGA: Tarif PCR Turun, Ganjar Pranowo: Jangan-Jangan, Ada Harga yang Lebih Baik dan Bagus

Selain masker medis, pengiriman bantuan logistik juga sudah dilakukan. Logistik dikirimkan ke beberapa desa yang terdampak, yakni Dukun dan Sawangan.

"Itu dua desa yang jadi perhatian kami. Selain itu, ada tim yang pantau di tiga kabupaten, yakni Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Kalau laporan dari Boyolali dan Klaten belum ada, jadi kami sudah kirimkan beberapa logistik ke sana," jelasnya.

Ganjar menerangkan hasil pantauan BPPTKG pada Senin (16/8) kondisi merapi masih level 3. Saat itu, terjadi 372 guguran awan panas dan sesuai arah angin terjauh sampai ke Kandangan Temanggung.

Selain itu, Ganjar juga mendapatkan laporan detil terkait volume kubah lava dan berapa pertumbuhannya.

Per Senin lalu, volume kubah lava di sekitar barat daya Merapi sebesar 1,8 juta meter kubik dan pertumbuhan rata-rata per hari adalah 13 ribu meter kubik.

"Sementara volume kubah lava yang di tengah kawah sekitar 2,8 juta meter kubik, pertumbuhannya rata-rata 18 ribu meter kubik per hari. Itu catatan-catatan penting yang dilaporkan," jelasnya.

Ganjar juga sudah mendapat laporan terbaru hari ini terkait kondisi Gunung Merapi. Menurut laporan, level Merapi masih sama, yakni level 3.

"Ancamannya memang berupa awan panas dan membawa abu vulkanik. Arah guguran di sektor barat daya, arahnya di Kali Bebeng dan Boyong. Luncuran awan panas paling jauh 3 km dan abu vulkanik mengikuti arah angin," jelasnya.

Dengan kondisi itu, Ganjar meminta masyarakat tetap tenang, tetapi selalu waspada.

Dia juga meminta seluruh aktivitas pertambangan pada alur sungai yang berhulu di Merapi untuk dihentikan.

"Saya minta semua aktivitas penambangan dihentikan, masyarakat yang biasa beraktivitas di sana saya minta pergi dulu agar semua aman," pungkasnya. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler