Pak Ganjar Puji Kades yang Tangani 47 Warga Positif Covid-19

Kamis, 01 Juli 2021 – 06:19 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo di Sukoharjo. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak penanganan kasus Covid-19 di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Rabu (30/6/2021).

Selain memeriksa rumah sakit dan layanan vaksinasi, Ganjar juga menyempatkan diri melihat penanganan Covid-19 hingga level desa.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Info Baru Pembunuhan Laskar FPI, Rakyat Sudah Jengah dengan Pemerintah, Toko Obat ini Diserbu

Salah satu desa yang dikunjungi Ganjar adalah Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Di desa itu, ada satu Rukun Tetangga (RT) yang lockdown akibat tingginya kasus penularan Covid-19.

BACA JUGA: Zona Merah Jateng Terus Bertambah, Ini 7 Instruksi dari Pak Ganjar

Yaitu RT01/04 Dukuh Ngadipuro Desa Grajegan. Seluruh wilayah RT itu ditutup menyusul adanya 47 warga yang positif Covid-19.

Di tempat itu, jalan utama masuk RT ditutup total dan dijaga oleh ketat oleh Babinsa/Bhabinkamtibmas.

BACA JUGA: Ganjar Apresiasi Petugas RSUD Batang dalam Penanganan Pasien Covid-19

Warga dari dalam tidak boleh keluar, sementara tamu dari luar tidak boleh masuk kampung.

Lockdown dilakukan sejak 25 Juni lalu dan baru akan berakhir pada 7 Juli nanti.

"Kami memutuskan untuk lockdown karena untuk melindungi masyarakat yang lain. Di RT ini ada 47 orang yang positif Covid-19 karena klaster hajatan," kata Kades Grajegan, Mujiyono kepada Ganjar.

Mujiyono mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, pihaknya menggunakan program Jogo Tonggo.

Semua logistik khususnya terkait makanan, disuplai dengan cara bantuan dari warga sekitar.

"Jogo Tonggo jalan bagus. Untuk logistik aman sampai lockdown selesai 7 Juli nanti. Beberapa RT tetangga juga bantu, termasuk warga kampung yang bekerja di daerah luar. Kami juga menggunakan anggaran desa untuk mencukupi kebutuhan," jelasnya.

Mujiyono menjelaskan lockdown tingkat RT dia lakukan demi melindungi warga lain di desanya.

Sebab sebelum lockdown, aktivitas keluar masuk warga di RT zona merah itu masih sering terjadi.

"Kadang ada pedagang sayur keliling yang keluar masuk kampung. Kalau tidak ditutup, kami khawatir akan menulari warga lainnya. Jadi kami memutuskan untuk lockdown itu," tuturnya.

Ganjar sangat mengapresiasi langkah Kades Grajegan itu. Kades dengan cepat mengambil keputusan melockdwon RT yang masuk zona merah.

"Ini contoh bagus, lockdown level RT karena terjadi penularan cukup banyak akibat klaster hajatan. Jumlahnya 47 yang positif, sehingga satu RT lockdown. Ini tindakan yang sudah betul," katanya.

Babinsa/Bhabinkamtibmas, lanjut Ganjar, juga diterjunkan untuk penjagaan. Masyarakat saling membantu mencukupi kebutuhan.

"Warganya bantu, ada yang kirim sayuran dan bahan makanan lainnya. Artinya logistik aman, tidak perlu ditakutkan. Ini contoh yang bagus. Sampai hari ini, yang sudah melakukan lockdown tingkat RT di Jateng belum ada yang melaporkan kesulitan makanan," tegasnya.

Ganjar meminta seluruh kades/lurah di Jateng tidak ragu melakukan lockdown tingkat RT apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Gerakan Jogo Tonggo bisa digerakkan, kearifan lokal masyarakat untuk saling membantu bisa dioptimalkan.

Dia mengatakan anggaran dana desa boleh digunakan 8 persen untuk penanganan Covid-19.

"Di provinsi dan kabupaten/kota juga ada anggaran itu, delapan persennya bisa dipakai. Jadi pakai saja, tetapi untuk kepentingan yang khusus. Kalau urusan makanan, saya kira bisa dicover dari Jogo Tonggo," ucapnya.

Selain melihat RT yang lockdown, Ganjar juga memeriksa kesiapan RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Di rumah sakit itu, Ganjar meminta penambahan tempat tidur baik isolasi maupun ICU ditingkatkan.

Pihaknya juga akan mengupayakan penambahan tenaga kesehatan, dengan cara mengajak perguruan tinggi memperbantukan mahasiswa tingkat akhirnya di sejumlah layanan kesehatan. (flo/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler