Pak Ganjar Terpesona Mendengar Suara See With Heart Band

Selasa, 01 Juni 2021 – 22:33 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo bersama See With Heart Band. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan semangat kepada para siswa SMKN 8 Surakarta yang tergabung di grup band yang beranggotakan mayoritas siswa difabel, di Kota Surakarta, Jateng.

Spirit itu disampaikannya saat peringatan Hari Lahir Pancasila, di Taman Budaya Jawa Tengah ( TBJT).

BACA JUGA: Pak Ganjar Gelar Lomba Pidato ala Bung Karno, Ikut Yuk

"Bagus, bagus. Saya ingin mendengar lagu kalian. Sukses, ya," kata Ganjar usai peringatan Hari Lahir Pancasila, di TBJT, Selasa (1/6) sore.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengajak para siswa yang tergabung di grup band See With Heart itu berfoto bersama. 

BACA JUGA: Hari Lahir Pancasila, Ganjar: Yuk Saling Menghormati Antaragama, Jangan Saling Meniadakan

Ganjar mengatakan di momen ini hendaknya masyarakat bisa lebih membumikan Pancasila. Oleh karena itu, ada dua hal yang harus dilakukan di Hari Kelahiran Pancasila. 

"Satu, konten apa yang ingin dipesankan kepada masyarakat dari nilai-nilai yang ada. Kedua, cara menyampaikan," ujar Ganjar.

BACA JUGA: Pak Ganjar Memastikan Belasan Nakes di Cilacap tidak Tertulari Covid-19 Baru dari India

Dia menambahkan hal itu bisa dilakukan dengan menyesuaikan tuntutan zaman dan butuh agen yang mencontohkan secara konkret dan nyata.

"Sehingga Pancasila makin membumi," sambungnya.

Seperti halnya toleransi, menurutnya, menghadapi teknologi ke depan, tantangan bangsa saat ini merupakan representasi dari kelompok atau kalangan.

Ganjar mengibaratkan Pancasila seperti bintang yang bersinar dengan dinamis. Yang bisa diartikan sebagai masa depan, energi, teknologi, development, dan lainnya. "Itu mesti disampaikan," sambungnya.

Adapun implementasi Pancasila di Jateng di masa pandemi, Ganjar menyebut, program penanganan Covid-19 berupa Jogo Tonggo merupakan bentuk aplikasi nyata Pancasila.

"Jogo Tonggo sudah sangat Pancasilais banget. Saling tolong antartetangga," imbuh Ganjar.

Sementara perwakilan grup band siswa mayoritas difabel, Dinar Rahayu Ningtiyas berharap agar di Hari Lahir Pancasila, kalangan disabilitas tidak diperlakukan secara diskriminatif.

Grup band mayoritas difabel SMK Negeri 8 Surakarta See With Heart digawangi Dinar dan Sarah sebagai vokalis, Ahmad di drum, Faisal di bas, Gilang pada keyboard serta dibantu siswa nondifabel seperti Karel pada piano, dan Duta pada gitar. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler