Pak Guru Sulit Tidur, Memilih Mengakhiri Napasnya dengan Cara Tragis

Jumat, 13 Mei 2016 – 15:04 WIB
Ilustrasi dok.Jawa Pos

jpnn.com - SIDIMPUAN – Seorang guru PNS yang mengajar di salahsatu SMP Negeri di Sibolga, inisla MAS, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jasadnya ditemukan tergantung di kamar mandi rumahnya, Kamis (12/5) siang. 

Diduga, pria yang tinggal di Gang Madrasah, Kelurahan Kayu Ombun, Kecamatan Padangsidimpuan Utara ini, nekat mengakhiri hidupnya karena stres akibat penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

BACA JUGA: BIKIN GEMPAR! Pengakuan Bocah Kelas III SD yang Cabuli Siswi SMP

Informasi dihimpun Metro Tabagsel (Jawa Pos Group), korban sudah lama mengeluhkan keadaannya yang sulit tidur dan sering gelisah. 

“Dia sudah lama sakit. Penyakitnya tidak jelas. Kadang gelisah. Kadang tidak bisa tidur. Makanya dia ke sini berobat. Istrinya di Tapteng. Terakhir katanya tidak sanggup lagi menanggung penyakit,” ungkap salahseorang keluarga korban yang enggan namanya dipublikasikan.

BACA JUGA: Dalam Waktu Dekat, Jupiter Bakal Dirawat

Menurutnya, kematian korban diketahui ibunya pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, ibunyan melihat korban di dalam kamar mandi dengan posisi tergantung tali berwarna kuning yang biasa digunakan untuk jemuran.

Pada saat tergantung, korban tengah mengenakan kaos oblong berwarna biru. Diperkirakan, korban mengakhiri hidupnya pada pagi hari.

BACA JUGA: Air Mata Bocah Kelas III SD yang Cabul itu Tumpah Saat Bu Risma...

Dari ruang Instalansi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Psp, korban yang belum memiliki anak ini memiliki tinggi 170 sentimeter. Tidak terdapat luka apapun di tubuh korban selain luka jerat tali di lehernya.

Kemudian, pukul 13.00 WIB, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Selanjutnya dimakamkan usai Ashar. Terlihat keluarga begitu terpukul, namun mereka tetap menenangkan diri satu sama yang lainnya.

Sementara istri korban yang berada di Kota Sibolga diketahui hari itu masih dalam perjalanan ke rumah duka. “Ulang mangupat, ulang mangupat (Jangan mengeluh, jangan mengeluh,red),” ucap abang korban terlihat menenangkan ibunya. (mag-01/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Balas Dendam? Robby Abbas: Gue Tadinya mau..


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler