jpnn.com - JAKARTA - Ketua Komisi VI DPR RI, Hafisz Tohir meminta pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai konsekuensi turunnya harga minyak mentah dunia jenis Brent North Sea ke level USD 50 per barrel. Menurutnya, menurunkan harga BBM juga menjadi ujian bagi konsistensi pemerintah yang menganut mekanisme pasar.
"Pemerintahan Jokowi yang telah mencabut subsidi BBM dan menyerahkannya pada mekanisme pasar. Harusnya di saat harga BBM dunia turun, pemerintah wajib mengevaluasi kembali harga BBM dari harga yang berlaku saat ini," kata Hafisz dalam rilisnya, Rabu (22/7).
BACA JUGA: PDIP Belum Punya Jago untuk 24 Pilkada
Menurut politikus PAN ini, harga minyak dunia diprediksi akan terus turun menyusul kembali masuknya kembali minyak Iran ke pasar global. Hal itu merupakan salah satu kesepakatan Iran dengan enam negara besar di dunia terkait pengembangan nuklir.
Oleh karena itu, lanjut Hafisz, tidak ada pilihan lain bagi pemerintahan saat ini kecuali menurunkan harga BBM sesuai harga keekonomian. Kebijakan ini mendesak dilakukan pemerintah untuk membangkitkan perekonomian nasional yang sedang lesu.
BACA JUGA: Mega Minta Seluruh Calon Kada dari PDIP Ikuti Jejak Risma
"Juga untuk merangsang kembali daya beli masyarakat yang melemah serta menekan laju inflasi," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I ini.(fas/jpnn)
BACA JUGA: Ketum PPP: Rhoma Irama Itu Sesepuh Kami
BACA ARTIKEL LAINNYA... Masa Reses saat Ramadan Justru Efektif untuk Serap Aspirasi
Redaktur : Tim Redaksi