Pak Jokowi Harus Tahu, Lahan Tol Balsam Belum Beres

Minggu, 31 Maret 2019 – 07:01 WIB
Jalan Tol Balikpapan - Samarinda alias Tol Balsam yang terus dikejar penyelesaiannya. Foto: DOKUMEN/KALTIM POST

jpnn.com, BALIKPAPAN - Presiden Jokowi menginginkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda alias Tol Balsam bisa diresmikan pada pertengahan tahun ini. Namun, Pemprov Kaltim memilih untuk tidak terburu-buru mengejar peresmian proyek bernilai triliunan tersebut.

Selain karena masih ada masalah sengketa lahan yang perlu diselesaikan, Pemprov Kaltim ingin proyek tersebut dikerjakan sebaik mungkin. Dengan demikian, kualitas jalan yang dibangun mempunyai daya tahan yang sangat baik. Walau begitu, Pemprov Kaltim tetap memasang target bagi penyelesaian proyek tersebut.

BACA JUGA: Usai Keliling Berkampanye, Jokowi Sebut Masyarakat Masih Butuh Infrastruktur

Kepada wartawan, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, pembangunan Jalan Tol Balsam kini tersisa sekitar 20 persen. Kemungkinan pembangunan baru akan selesai akhir 2019.

“Iya, sudah mau habis memang. Mau selesai. Insyaallah akhir 2019 sudah bisa difungsikan,” tutur Isran ditemui di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim, Jumat (29/3).

BACA JUGA: Anda Honorer K2 Ingin Bertemu Jokowi di Silatnas? Siapkan Rp 20 Ribu

BACA JUGA: Ganti Rugi Lahan Tol Malang – Pandaan, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter

Mantan bupati Kutim itu mengakui tidak mau terburu-buru mengejar peresmian Jalan Tol Balsam. Salah satu alasannya karena dirinya tidak ingin ada muncul masalah di kemudian hari.

BACA JUGA: Panitia Silatnas Yakin Jokowi akan Beri Hadiah Berharga untuk Honorer K2

“Enggak usah dicepat-cepatkan. Kita santai saja. Daripada cepat-cepatan, terus nanti timbul masalah,” imbuhnya.

Selain itu, Isran ingin memastikan kualitas dan keamanan Jalan Tol Balsam. Sebab, proyek tersebut adalah proyek jangka panjang untuk mendongkrak pembangunan di Bumi Etam.

“Kalau sudah selesai diresmikan, supaya memperhatikan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan,” ujar mantan ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo menginginkan proyek Jalan Tol Samarinda-Bontang juga dapat segera direalisasikan. Isran menilai, pihaknya juga belum mau terburu-buru mengupas rencana tersebut.

Dia beralasan, Pemprov Kaltim masih ingin fokus menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Balsam. Baik sisi pembangunan tol, peresmian maupun pada operasional jalan bebas hambatan tersebut. “Yang itu saja (Tol Balsam) belum selesai. Kami fokus dulu yang itu,” ujarnya.

Pertimbangan lainnya, perencanaan dan pembangunan jalan tol bukan lagi menjadi urusan pemerintah provinsi, tetapi sudah menjadi urusan penuh dari pemerintah pusat. “Kalau nanti saya terlalu banyak komentar, nanti salah-salah lagi. Biarkan pemerintah pusat yang mengurusnya,” ungkapnya.

Sengketa pembebasan lahan, diakui Pemprov Kaltim, masih jadi batu sandungan dalam pengerjaan proyek Jalan Tol Balsam. Salah satunya, pembebasan lahan di Seksi II. “Di Seksi II Jalan Tol Balikpapan-Samarinda itu ada lahan yang belum dibebaskan sepanjang 250 meter. Saat ini proses pembebasan lahan masih tahap konsinyasi di pengadilan,” ucap Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi.

Dari lima seksi Jalan Tol Balsam yang dibangun, baru dua seksi yang sudah 100 persen rampung dikerjakan yakni Seksi I dan IV. Sementara untuk Seksi III, juga masih terkendala pembebasan lahan seperti pada Seksi II.

“Tapi saat ini proses konsinyasi sudah dilakukan. Tinggal kita tunggu hasilnya. Bila itu sudah selesai, saya kira Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sudah bisa diselesaikan akhir tahun ini,” kata Hadi.

Khusus di Seksi III, diketahui masih ada lahan sekitar 350 meter yang masih bersengketa. Namun, sembari menunggu proses pembebasan lahan, kegiatan konstruksi tetap terus dilaksanakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

BACA JUGA: Jalur Tol Malang – Pandaan Akhirnya Digeser, Berapa Meter? Rugi Rp 450 M

Proses pembebasan lahan itu sendiri tidak lagi menggunakan APBD Kaltim. Kini dibiayai APBN. “Kalau Seksi V dengan produk akhir perbaikan tanah sepanjang 2,2 kilometer. Dan sekitar 1 kilometer belum ditangani,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan megaproyek Jalan Tol Balsam pertama dimulai 12 Januari 2011 . Pada awal pembangunan, sederet persoalan mengiringinya. Dari masalah anggaran hingga izin trase di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukti Soeharto dan Hutan Lindung Sungai Manggar.

Proyek itu awalnya ditargetkan rampung pada Desember 2018. Namun, karena silang sengkarut pembebasan lahan, proyek molor hingga 2019. Megaproyek jalan bebas hambatan itu disebut sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,15 triliun dari APBD Kaltim.

Dua hari lalu, saat Presiden Joko Widodo datang ke Balikpapan sempat menyinggung pembangunan infrastruktur di Kaltim. Salah satu yang menjadi konsentrasinya adalah proyek Tol Balsam.

Dirinya mengaku pernah berjanji, seharusnya jalan tol diresmikan pada 2018. Namun terpaksa tak bisa dilakukan. Lantaran progresnya yang hingga kini belum rampung. “Ya saya pantau setiap hari (progres proyek Tol Balsam). Memang belum (selesai). Tapi, progresnya tinggal 20 persen lagi. Dan insyaallah akhir 2019 ini sudah pasti selesai,” bebernya.

Dengan rampungnya tol, dirinya berharap perjalanan warga dari Balikpapan–Samarinda lebih singkat dibanding biasanya. Yang normalnya tiga jam, dengan tol sepanjang 99,35 kilometer, perjalanan bisa dipangkas hingga maksimal satu jam.

“Setelah itu direncanakan akan lanjut pembangunan tolnya ke Bontang,” imbuh Jokowi. (*/drh/rom/k16)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Janji Lanjutkan Pembangunan Jalur Kereta Api Dumai-Labuhan Batu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler