Pak Jokowi Kunjungi Filipina, Inilah Hasilnya

Sabtu, 29 April 2017 – 13:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menandatangani deklarasi bersama tentang Konektivitas Laut Indonesia-Filipina dengan menggunakan Kapal RoRo Rute Bitung-Davao/General Santos. Penandatanganan ini disaksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Foto dok Humas Kemenhub

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lawatannya ke Filipina bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte di Istana Malacañang, Jumat (28/4). Dalam momen itu, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan kesepakatan tentang kerja sama antara dua negara.

Yang pertama adalah penandatanganan nota kesepataman (MoU) bidang pertanian. MoU itu ditandatangani Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Filipina Emmanuel Pino.

BACA JUGA: Besok, Kapal Ro-Ro Davao Bitung Mulai Beroperasi

Sedangkan satu lagi adalah penandatanganan deklarasi bersama tentang konektivitas yang diteken Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Transportasi Filipina Arthur Tugade.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi menyatakan, kerja sama kedua negara telah meningkat di berbagai bidang. Di antaranya ekonomi dan perdagangan.

Saat ini Filipina merupakan mitra strategis Indonesia di bidang perdagangan. Filipina merupakan pengguna pesawat dan kapal buatan Indonesia.

BACA JUGA: Tim Polri Sambangi Filipina Selatan untuk Selidiki Isu Tiga WNI Tewas

"Di sini tampak jelas kemitraan Indonesia dan Filipina yang kokoh di tengah situasi ekonomi dunia yang melesu. Kita masih bisa mencapai kenaikan perdagangan lebih dari 32 persen," ujar Retno dalam siaran pers, Sabtu (29/4).

Di sisi lain, Jokowi-Duterte juga membahas perjanjian batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia-Filipina yang telah memasuki tahap akhir penyelesaian ratifikasi. Kesepakatan tentang landas kontinen kedua negara diharapkan tuntas tahun ini.

BACA JUGA: Indonesia-Filipina Akan Terhubung Dengan Jalur Kapal

"Ini adalah bukti dari komitmen pemerintah untuk mengintensifkan negosiasi perbatasan maritim. Bukan hal yang mudah, tahun lalu kita ratifikasi dengan Singapura, tahun ini dengan Filipina. Pada saat yang sama akan diselesaikan dengan Vietnam," ungkapnya.

Kerja sama Indonesia dan Filipina juga menyentuh bidang maritim. Presiden Jokowi dan Duterte juga membahasnya dalam pertemuan bilateral.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga perairan di wilayah kedua negara. “Kedua presiden menekankan pentingnya keamanan maritim di wilayah Indonesia-Filipina," tukas Retno.

Selain ke Manila, Jokowi juga akan berkunjung ke Davao. Di sana, dia bersama Duterte akan meresmikan pembukaan rute pelayaran laut roll-on roll-off (Ro-Ro) Davao-General Santos-Bitung.

Peresmian ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal dalam memajukan sub kawasan, baik dari aspek konektivitas, perdagangan hingga people to people contact antara Indonesia-Filipina maupun ASEAN.

“Adanya Ro-Ro ini mendukung pembangunan Indonesia dari Timur dan mendukung ASEAN connectivity. Karena kita sudah memiliki master plan ASEAN Connectivity," kata Retno.

Namun, faktor keamanan di wilayah perairan itu juga menjadi fokus perhatian Jokowi dan Duterte. Sebab, jalur kapal Ro-Ro Davao-General Santos-Bitung tidak jauh dengan wilayah perairan Sulu yang rawan pembajakan.

"Sebenarnya penting untuk meyakinkan perairan itu aman. Teknis bisa saja dengan pengawalan-pengawalan. Tentu hal itu dengan dukungan dan kita perlu antisipasi dari jauh," pungkas dia.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub Sepakat Tandatangani Deklarasi Bersama dengan Filipina


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler