Pak Jokowi, Tuntaskan Dulu Masalah Papua, Baru Bahas Pindah Ibu Kota

Minggu, 29 September 2019 – 08:39 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan penyelesaian masalah di Papua, serta perlindungan warga sipil di sana. Masalah di Bumi Cenderawasih menurut Sukamta, lebih penting dibanding isu penindahan ibu kota negara.

Dia juga menyampaikan keprihatinan serta belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa sebanyak 30 warga sipil, serta kerusakan rumah dinas, ruko hingga kantor bupati akibat dibakar massa dalam kerusuhan yang kembali terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9).

BACA JUGA: Sukamta: KKB di Papua Itu Teroris

"Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Sejak awal kami sudah ingatkan pemerintah bahwa persoalan Papua prioritas utama karena risiko korban sipil yang tinggi," kata Sukamta, Sabtu (28/9).

Sekretaris Fraksi PKS ini menyesalkan kejadian di Wamena, sampai tidak bisa terdeteksi sebelumnya. Padahal sudah ada kejadian kerusuhan serupa di Sorong, Jayapura, dan beberapa daerah di Bumi Cenderawasih. Bagi Sukamta, kejadian terakhir menunjukkan pemerintah belum memiliki sense of urgency soal Papua.

BACA JUGA: Sukamta PKS Tagih Janji Jokowi Gandakan Anggaran Pertahanan

"Saya berharap kelalaian ini tidak terulang kembali. Pemerintah harus melakukan kerja faktual untuk Papua bukan sekadar kerja simbolis apalagi upaya mengalihkan dengan isu yang lain," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, legislator asal Yogyakarta ini meminta pemerintah segera membuat Tim Ad hoc penyelesaian konflik Papua. Kemudian menambah jumlah personel keamanan khususnya kepolisian dengan prioritas tugas menjaga keselamatan warga sipil dan menciptakan situasi aman terkendali.

"Persoalan Papua sangat serius, karena terkait dengan keselamatan jiwa warga sipil, maka wajib dituntaskan dulu. Wacana Pemindahan ibu kota bisa dibahas lain waktu setelah diselesaikan persoalan-persoalan besar yang ada di depan mata," tandas Sukamta. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler