Pak SBY Naik Karena Satu Kalimat Sindiran, Bagaimana dengan Prabowo?

Rabu, 10 April 2019 – 20:08 WIB
Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Tony Rosyid mengatakan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto -Sandiaga Salahudin Uno diuntungkan dengan banyaknya gangguan yang dialami selama ini. 

"Saya tidak bisa membayangkan andaikata gangguan itu tidak ada, potensi menang Prabowo - Sandi meragukan. Gangguan itu harus dikapitalisasi menjadi sebuah potensi yang sekarang ini tampaknya menjadi angin segar untuk 02," ujar Tony dalam diskusi bertajuk 'Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!' yang digelar di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, di Jakarta, Rabu (10/4).

BACA JUGA: Ikhtiar Perempuan Jenggala agar Jokowi - Maruf Berjaya di Tangerang Raya

Tony menilai, semakin gangguan itu nyata, maka elektabilitas Prabowo-Sandi semakin diuntungkan. "Masih ingat ketika Pak SBY (menang di Pilpres 2004 lalu). Cukup satu kalimat yang mengangkat Pak SBY, yaitu ‘jenderal kanak-kanak’," ucapnya.

(Bacalah: Prabowo Tembus 50 Persen, Jokowi Mustahil Mengejar)

BACA JUGA: Silaturahmi dengan Jokowi, Kades Kompak Pakai Baju Putih

Menurut pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta ini, kalimat sindiran itu menjadi pintu bagi SBY maju sebagai calon presiden dan kemudian menang.

"Sementara Pak Prabowo, banyak sikap, perilaku, kalimat yang menyerang Pak Prabowo. Dia menampung undecided dan swing voters. Saya heran, itu seperti tidak disadari kubu pasangan capres nomor urut 01," katanya.

BACA JUGA: Prabowo-Sandi Sudah Unggul dari Hasil Coblosan di Luar Negeri? KPU Bilang Begini

Tony juga mengatakan, jika dia seorang bagian dari Prabowo - Sandi, maka akan sujud syukur dengan semua gangguan yang dialami paslon 02. Sebab dengan adanya gangguan-gangguan yang dirasakan selama ini, peluang menang menjadi besar.

"Banyak yang tanya kepada saya menangnya di mana? Saya katakan, sampai saat ini sulit membuat analisis teoritis 01 bisa menang. Tunjukkan saya satu analisis yang membuat saya yakin 01 bisa menang," tuturnya.

Tony kemudian mencontohkan saat Pilgub DKI 2017 lalu. Ketika itu banyak pihak menjagokan Basuki Tjahaja Purnama atau Agus Harimurti Yudhoyono yang akan menang. Namun, Tony punya pandangan berbeda, dia meyakini Anies Baswedan yang akan menang dan itu terbukti. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPN: Jokowi Sudah Terkepung, Tinggal Sekakmat


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler