Pakai Sepeda Motor Matik, Dua Remaja Tewas di Bukit B - 29

Kamis, 21 Juni 2018 – 07:32 WIB
Kecelakaan motor: Foto: JPG

jpnn.com, LUMAJANG - Dua wisatawan Bukit B-29, Muhammad Mukid dan Muhammad Alfin, tewas setelah terjun bebas dari ketinggian sekitar 12 meter.

Wisatawan asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, itu terjatuh saat hendak pulang dari lokasi wisata yang berada di Dusun Gedog, Desa Argosari, Lumajang, Jatim tersebut pada Selasa (19/6) sekitar pukul 09.00.

BACA JUGA: Siap-Siap Menari di Tengah Keindahan Puncak B29

Dua pemuda yang sama-sama berusia 18 tahun itu meninggal dengan luka parah di bagian kepala.

Mukid dan Alfin jatuh dan membentur bangunan dapur warga di bawah jalan akses B-29.

BACA JUGA: Motor Masih jadi Penyebab Utama Kecelakaan Lalin, Begini Solusi Menhub

Hasil olah kejadian perkara (TKP) polisi menunjukkan, rem motor korban blong.

Ditambah lagi, motor mereka berjenis matik yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk medan curam dan menanjak seperti akses menuju B-29.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Tak Ada Kecelakaan di Bekasi Selama Arus Mudik 2017

Begitu kerasnya benturan, tembok rumah yang ditabrak Mukid dan Alfin sampai jebol.

Nursalim, pemilik rumah, mengatakan, dinding dapur miliknya roboh terkena tertimpa kedua korban yang terjatuh beserta motornya bernomor polisi P 3967 KZ.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Mukid dan Alfin merupakan warga Puger yang sedang nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto.

Kedua korban datang ke B-29 bersama sejumlah kawan mereka. Muhammad Ilham, 18, salah seorang kawan yang juga berasal dari desa yang sama, menuturkan, dia dan teman-temannya, termasuk Mukid dan Alfin, datang berombongan dengan menggunakan sembilan motor.

''Ini niatnya mau pulang sebenarnya," kata Ilham kepada petugas Polsek Senduro yang datang ke lokasi kejadian.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Bhaskara mengatakan, tidak lama setelah kejadian, polisi mengumpulkan perangkat desa setempat agar mengimbau para pengunjung B-29 untuk tidak menggunakan motor matik ketika hendak naik ke titik wisata.

Para perangkat desa disarankan mengarahkan para wisatawan untuk menitipkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan di bawah.

Namun, berdasar pengamatan kemarin (20/6), kata Catur, pengunjung tidak menghiraukan imbauan tersebut.

Masih banyak pengunjung yang menggunakan motornya naik ke puncak B-29. ''Upaya antisipasi sudah lama dilakukan.

Di bawah sudah ada dua penitipan. Tujuannya, para wisatawan tidak membawa kendaraannya naik. Sebab, hal itu berbahaya," terangnya. (was/hdi/c7/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelajar Tewas di Roadrace Palopo


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler