Pakar Bom Asal Malaysia Pimpin ISIS Asia Tenggara

Selasa, 07 November 2017 – 11:03 WIB
Warga Negara Malaysia Amin Baco yang disebut-sebut sebagai emir baru ISIS Asia Tenggara. Foto: The Star

jpnn.com, MANILA - Mati satu tumbuh serbu. Posisi pemimpin kelompok militan Islam (ISIS) di Asia tenggara yang kosong setelah Isnilon Hapilon ditembak mati militer Filipina (AFP) langsung terisi.

Warga Malaysia yang lama tinggal di Filipina, Sabahan Mohd Amin Baco, disebut-sebut menjadi pengganti Hapilon. Demikian kabar yang dilansir Filipina kemarin.

BACA JUGA: Timnas U-19 Dihajar Malaysia, Indra Sjafri Salahkan Pemain

”Amin Baco saat ini tidak hanya memimpin sisa anggota Maute (sel jaringan ISIS di Marawi, Filipina, Red), tetapi juga didapuk sebagai emir ISIS Asia Tenggara,” ujar Kepala Polisi Filipina Ronaldo de la Rosa, Senin (6/11).

Sebelumnya, ada Mahmud Ahmad, militan asal Malaysia, yang digadang-gadang menggantikan Hapilon. Namun, dia ikut tewas dalam serangan AFP di Marawi pertengahan Oktober kemarin.

BACA JUGA: Gelandang Timnas U-19 Ini Sebut Pemain Siap Introspeksi Diri

Baco yang kini keberadaan pastinya belum diketahui bukan militan biasa. Dia dipilih karena memiliki kedekatan dengan berbagai kelompok ekstremis di kepulauan Mindanao, Filipina. Sebab, dia merupakan militan asing yang paling lama tinggal di Filipina.

Militan yang ahli merakit bom itu dilatih Zulkifli Hir alias Marwan. Dia juga merupakan militan asal Malaysia yang tewas dalam operasi Mamasapano pada 2015.

BACA JUGA: Istri Pimpinan Teroris Maute Akhirnya Dibekuk AFP dan PNP

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Baco tewas saat operasi pembebasan Marawi. Saat itu, AFP dan polisi mengevakuasi 42 jenazah yang salah satunya diduga adalah Baco.

Namun, berdasar laporan intelijen, Baco berhasil melarikan diri. ”Dia bisa saja berada di Pulau Jolo atau di dekat Maguindanao,” kata salah seorang sumber di AFP yang paham tentang kelompok-kelompok militan di Mindanao.

Secara terpisah, pakar keamanan Rommel Banlaoi mengungkapkan bahwa Baco jauh lebih berbahaya daripada Hapilon dan Mahmud Ahmad.

Selama ini, Mahmud dikenal sebagai penyokong dana dan perekrut anggota baru. Dia bukanlah komandan tempur.

”Di sisi lain, Amin Baco memiliki pengalaman perang gerilya. Dia adalah pakar pembuatan bom. Pengetahuannya itu bisa ditularkan kepada banyak anggota lainnya,” terang Banlaoi.

Polisi mendapat informasi tentang Baco dari Muhammad Ilham Syahputra, militan asal Indonesia yang ditangkap saat akan melarikan diri dari Marawi pekan lalu.

Menurut Ilham, ada 39 militan yang masih bersembunyi di Marawi. Sebagian di antaranya adalah warga Malaysia dan Indonesia. Selain Baco, polisi saat ini memburu militan asal Malaysia Muhammad Joraimee Awang Raimee dan Qayyim yang berasal dari Indonesia.

Pertempuran selama 5 bulan di Marawi telah menewaskan lebih dari 1.100 orang. Mayoritas adalah militan Maute dan Abu Sayyaf. Pertempuran tersebut membuat 350 ribu orang kehilangan rumahnya. (Reuters/Free Malaysia Today/CNN/sha/c16/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Malaysia Bawa Nasi Lemak ke Panggung Miss Universe 2017


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler