Pakar Imunisasi Sebut Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan

Selasa, 18 Mei 2021 – 13:30 WIB
Vaksin buatan AstraZeneca. Foto: Reuters/Peter Cziborra

jpnn.com, JAKARTA - Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi mengatakan vaksin AstraZeneca aman digunakan. Dia merujuk pada pernyataan WHO terkait keamanan vaksin tersebut.

"Lebih dari 1 miliar dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca telah diterima masyarakat dunia," kata Jane, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (18/5).

BACA JUGA: Catat ya, Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Tidak Ditarik dari Peredaran

Vaksin AstraZeneca, lanjut Jane, telah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan mendapatkan izin penggunaan darurat dari otoritas kesehatan di 70 negara di dunia.

Di Italia, National Institute of Health (ISS) mengatakan pada 35 hari setelah dosis pertama, terdapat penurunan infeksi sebesar 80%, penurunan rawat inap sebesar 90%, dan penurunan kematian sebesar 95%.

BACA JUGA: 20 Tetangga Presiden Jokowi Positif Covid-19

Kemudian, hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 21 hari pascapenyuntikan dosis tunggal vaksin AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech, terjadi penurunan angka infeksi Covid-19 hingga 65%.

Jane menambahkan kasus pembekuan daerah vaksinasi AstraZeneca di berbagai negara di Eropa tidak disebabkan oleh penggunaan vaksin tersebut.

BACA JUGA: Indonesia Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

"Ditemukan data bahwa kejadian pembekuan darah sebelum dan sesudah adanya vaksinasi nyatanya tidak terjadi peningkatan," papar Jane.

Menurutnya, pemberian vaksin harus berdasarkan pada analisis risiko versus manfaat.

“Kami harus mengetahui riwayat penyakit seseorang sebelum memutuskan apakah KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) terkait dengan vaksinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar dibanding risikonya.

“Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi,” tegas Nadia. (mcr9/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler