Pakar Internet Ingatkan ASN Jangan Sembarangan Menyimpan Data di Email, Pakai Cara Aman

Senin, 25 Juli 2022 – 12:20 WIB
Sebanyak 1.992 praja IPDN mendapatkan pengetahuan literasi digital. Foto dokumentasi Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 1.992 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tingkat tinggi akhir dibekali pengetahuan literasi digital. Mereka diharapkan menyebarluaskan pengetahuan ini ke daerahnya masing-masing setelah lulus.

"Ini untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan ASN dan masyarakat," kata Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam keterangannya, Senin (25/7).

BACA JUGA: Ada Video Fembo-Aswati, Dahlan Iskan: Skenario Single Image Itu Berantakan

Kegiatan bertajuk “ASN Makin Cakap Digital' itu dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tujuannya, meningkatkan pemahaman literasi digital kepada para aparatur sipil negara (ASN) yang juga termasuk target nasional.

BACA JUGA: Penjelasan BKN soal Informasi Guru Lulus PG Wajib Isi Presensi di SSCASN, Honorer Harus Tahu

"Kompetensi ASN di bidang digital sangat penting," kata Wahyu Pudjianto.

Mengacu survei indeks literasi digital nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021 lalu, didapatkan skor atau tingkat kapasitas literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00.

BACA JUGA: Pagi-Pagi Guru Lulus PG Buka Akun SSCASN, Kecewa, BKN Beri Warning

Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia berada dalam kategori sedang.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Perencanaan IPDN Agus Toyib yang mewakili rektor IPDN menyampaikan bahwa kegiatan itu akan membuka wawasan baru mengenai literasi digital.

Dia juga menekankan perlunya penguasaan pengetahuan digital bagi praja IPDN yang nanti akan berkecimpung di birokrasi.

"Literasi digital sama pentingnya dengan baca tulis hitung atau calistung," kata Agus Toyib.

Para peserta menerima tiga sesi materi secara paralel oleh tiga orang narasumber yang kompeten di bidangnya. Kecakapan Digital, Keamanan Digital, dan Etika dan Budaya Digital.

"Tuntutan masyarakat terus berkembang, kami di pemerintahan cukup kewalahan mengikutinya, dan harus memenuhinya dengan meningkatkan kemampuan literasi digital,” kata Machmudin Sadik, narasumber dari BPSDM Kemendagri.

BACA JUGA: Brigadir J Menelepon Sang Ibu di Hari Kematiannya, Singgung Rencana Ferdy Sambo

ASN sebagai pelayan, pelaksana kebijakan publik, dan pemersatu bangsa harus mengikuti perkembangan teknologi demi memenuhi tuntutan masyarakat.

Selain itu, ASN sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama dalam melayani publik, melainkan harus melakukan pendekatan secara digital.

Pada kesempatan yang sama, Andri Johandri selaku ICT Specialist Gedhe Foundation membawakan materi mengenai keamanan digital yang berbentuk ilmu terapan dan dapat dipraktekkan di kehidupan sehari-hari. Seperti halnya keamanan penggunaan email di lingkungan ASN.

BACA JUGA: Honorer Tidak Usah Mengotot Jadi PNS, Akal Sehatnya Dipakai

"Sebaiknya penggunaan email untuk ASN gunakan protokol lokal dan tidak menggunakan email umum seperti Google, karena penyimpanan data menjadi lebih private," kata Andri Johandri.

Andri juga memaparkan hal sederhana yang sering dilewati pada setiap pengunduhan aplikasi, tetapi ujung-ujungnya bisa membahayakan keamanan data, seperti halnya membaca Term of Service (ToS) yang sering ditemui saat mengunduh sebuah aplikasi.

"Tanpa sadar bisa saja memberikan data ke Google atau developer lainnya karena tidak membaca ToS dan langsung pencet tombol agree," kata Andri Johandri.

Praja IPDN juga ditekankan pentingnya etika digital di internet. Hal ini agar tidak asal mengunggah konten di media sosial.

"Etika adalah nilai mengenai benar dan salah, maka, sebelum meng-upload konten, coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah konten ini baik atau buruk? benar atau salah?," tegas Andri Johandri.

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital. Kemenkominfo menargetkan sebanyak 50 juta masyarakat Indonesia mendapatkan literasi di bidang digital hingga tahun 2024. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler