Pakar Siber Heran, Nasabah BCA Bisa Kena Skimming, padahal..

Selasa, 29 Maret 2022 – 19:51 WIB
Maraknya modus kejahatan skimming masih saja mengincar pengguna ATM, salah satunya menimpa nasabah BCA. Ilustrasi mobile banking BCA: Wenti Ayu/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Maraknya modus kejahatan skimming masih mengincar pengguna ATM.

Baru-baru ini nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) viral di media sosial mengenai tabungan salah satu nasabah yang hilang mendadak sejumlah Rp 135 juta.

BACA JUGA: Heboh Uang Nasabah BCA Hilang Rp 135 Juta, Sudah Ada Solusi

Menanggapi hal itu, pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan seharusnya kejahatan skimming tidak terjadi lagi jika kartu ATM sudah menggunakan chip.

Skimming adalah pencurian informasi dari kartu kredit dan debit. Biasanya pelaku skimming memasang alat skimmer di lubang mulut mesin ATM.

BACA JUGA: Praktis! Begini Cara Mudah Top Up Flazz BCA

"Kasus yang telah terjadi itu harus dipastikan apakah kartu ATM korban sudah diganti chip atau masih kartu magnetik," ujar Alfons kepada JPNN, Selasa (29/3).

Alfons menjelaskan bahwa kartu magnetik sangat rentan di skimming dan dipalsukan.

BACA JUGA: Hore! M-Banking BCA Kembali Normal

"Jadi kejahatan skimming terjadi karena bank masih menggunakan teknologi jadul puluhan tahun lalu kartu magnetik yang sudah sangat tidak aman dan harus dihindari untuk digunakan," ungkap Alfons.

Padahal, menurut aturan Bank Indonesia per 1 Januari 2022 semua kartu ATM sudah harus chip. Hal itu untuk meminimalisir aksi skimming.

"Jadi ini aneh dan mencurigakan ada hal yg ditutupi oleh bank," kata Alfons.

Alfons menduga dari kasus nasabah BCA itu, banyak nasabah belum mengganti kartu chip atau sudah chip.

Namun, ada kebocoran data dari sektor lain sehingga kartu ATM bisa dikloning.

Selain itu, berkembangnya kecanggihan teknologi saat ini membuat pelaku menggunakan alat untuk mengintip PIN di ATM.

"Hal itu tentu bisa memalsukan kartu ATM korban," tegasnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar pihak bank dan nasabah segera mengganti kartu ATM dan kartu lain dengan teknologi chip yang tidak bisa di skimming lagi.

"Harusnya ini sudah dilakukan oleh mayoritas nasabah dan kartu magnetik jangan digunakan lagi, atau bank menonaktifkan seluruh ATM dengan kartu magnetik agar nasabah mau tidak mau harus mengganti dengan kartu chip," tutup Alfons.(mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler