Pamor Merosot, Leverkusen Ditinggalkan Sponsor

Minggu, 24 Juli 2016 – 18:02 WIB
Adidas. Foto: AFP

jpnn.com - LEVERKUSEN – Klub Bundesliga Bayer Leverkusen yang pamornya mulai merosot, telah kehilangan sponsor. 

Seperti diberitakan Footy Headlines mulai musim 2016-2017 mendatang, Leverkusen tak akan lagi bersama Adidas. Merk yang identik dengan tiga setrip itu disebutkan meninggalkan Leverkusen yang sudah disponsori dalam 40 tahun terakhir. Mulai musim ini Leverkusen akan memakai brand Jerman, Jako.

BACA JUGA: Mourinho: Finis di Big Four Bukan Target MU

Kabarnya Adidas tak lagi memandang Leverkusen sebagai tim besar. Adidas kini lebih menggelontor pasokan duitnya untuk raksasa-raksasa semacam Bayern Muenchen, Manchester United, dan Real Madrid. 

Chief executive Leverkusen Michael Schade kepada Bild menepis soal brand timnya yang tak lagi besar. Schade mengatakan musim lalu, Leverkusen masih bisa finis di posisi tiga besar. Alias di bawah Bayern Muenchen dan Borussia Dortmnund. 

BACA JUGA: Awas! Salah Strategi, Macan Kemayoran Bisa Kena Seruduk

“Untuk kami, kontrak dengan suplier baru ini memberikan konsekuensi logis. Baik dilihat dari segi pasar maupun pemasukan,” kata Schade. 

Durasi kerja sama Jako dengan Leverkusen ini terjadi hingga 2017-2018 mendatang. Kontraknya pun mencapai EUR 2,2 juta (Rp 31,6 Miliar) per tahun. Plus ada insentiv jika ada prestasi tambahan. 

BACA JUGA: Jasa Pelatih Ini Dibutuhkan Inggris Menembus Piala Dunia

Leverkusen memang mengalami kemerosotan prestasi. Karena belum pernah jadi juara Bundesliga dan lima kali jadi runner-up ada olok-olok khusus buat klub ini. Yakni Neverkusen. 

Leverkusen adalah produsen dan kompetitor sengit Bayern maupun Dortmund di awal 2000-an. Bintang-bintang seperti Michael Ballack, Oliver Nauville, Dimitar Berbatov, dan Ulf Kirsten lahir di klub yang berusia 102 tahun itu. 

Mulai musim lalu, Leverkusen berjuang membangun kembali nama besarnya. Salah satunya dengan mendatangkan Javier 'Chicharito' Hernandez ke Bay Arena, kandang mereka. 

Sebenarnya terpentalnya Leverkusen dari orbit produk besar di luar Adidas juga mengejutkan. Apparel seperti Nike ataupun Puma sama sekali tak melirik Leverkusen. 

“Dari semua opsi yang ditawarkan kepada kami, Jako adalah yang paling menguntungkan. Selain itu mereka menawarkan servis yang paling memuaskan,” kata Schade. 

Musim ini selain Leverkusen, Jako juga menyeponsori tim Bundesliga Damstadt. Di luar Bundesliga ada Skonto Riga (Latvia), SC Heerenven (Belanda), dan St.Gallen (Swiss). Di level timnas ada Macedonia, Iraq, dan Moldova

Bagi yang penasaran apa itu merk Jako, logo branding yang mirip sayap kupu-kupu itu ada di berpusat Hollenbach. Perusahaan yang didirikan oleh  Rudi Spruegel dan saudaranya berdiri 1989. Selain menjadi apparel sepak bola, Jako juga menjadi sponsor handball, basket, dan hoki es.

Selain Leverkusen, tim Premier League yang memaki apparel baru adalah Watford. Watford yang habis masa kontraknya dengan Puma tahun lalu menggandeng perusahaan baru asal Kanada Dryworld. 

Watford sudah bekerja sama dengan Puma sejak 2012 lalu. Meski tak disebutkan berapa kenaikan sponsor yang didapatnya, Daily Mail menuliskan ada kenaikan hingga beberapa juta Euro. 

“Mendukung atlet dalam menstabilkan panas tubuh, mengatur kelembaban, dan membebaskan atlet bergerak bebas,” testimoni Watford soal apparel barunya tersebut.  

Commercial director Spencer Field kepada Daily Mail mengatakan perkembangan Dryworld ini sangat pesat. Tak heran meski pemain baru di bidang apparel maka Field yakin Dryworld bisa sukses. (dra)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rooney: Allardyce Pilihan Sempurna


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler