Pandemi COVID Makin Menggila, Pengamat Nilai Ganti Menkes Solusinya

Selasa, 27 Juli 2021 – 22:22 WIB
Rr Dewinta Pringgodani. Foto: Ist for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kasus kematian akibat virus Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor baru.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kasus meninggal hari ini tercatat sebanyak 2.069 orang.

BACA JUGA: Menkes Puji Perhatian Besar GoJek kepada Nakes

Angka ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang tercatat pada Jumat (23/7) yang sebanyak 1.559 orang.

"Kasus kematian akibat Covid-19 bikin horor. Dengan angka 2.069  kasus artinya setiap 42 detik ada satu warga yang meninggal," kata pengamat politik, hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani saat dihubungi, Selasa malam (27/7).

BACA JUGA: Pemprov Kepri Sudah 3 Kali Menyurati Menkes Minta Penambahan Vaksin, Hasilnya?

Dewinta menilai kondisi seperti tidak boleh dibiarkan, karena membuat negara-negara lain ketakutan.

"Kalau orang asing takut ke Indonesia, bagaimana mau berinvestasi disini," kata Dewinta.

BACA JUGA: Pandemi Mengganas, Sultan Minta Pemerintah Libatkan Eks Menkes Siti Fadilah Supari

Totalnya kasus meninggal akibat Corona di Indonesia sudah sebanyak 86.835 orang atau sebesar 2,7 persen dari total kasus positif.

Dewinta menuturkan, hampir semua negara tetangga Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19, seperti Malaysia dan Australia.

Namun Indonesia berbeda, karena juga mengalami lonjakan kematian.

"RI bisa dianggap berbahaya oleh negara lain karena mendapat  julukan  darurat kematian," kata Dewinta.

Pemerintah, lanjut Dewinta, harus melakukan upaya keras untuk menekan angka kematian secara drastis. 

Dewinta juga mendorong Presiden Joko Widodo melakukan langkah tegas dengan memberhentikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Pecat saja, Menkes kok nggak ngerti cara urus pandemi," tegas Dewinta.

Dewinta berpandangan posisi Menteri Kesehatan tidak cukup diisi oleh orang yang memiliki kemampuan manajerial.

Tugas menangani efek pandemi Covid-19 mesti dilakukan oleh pejabat yang paham situasi kesehatan masyarakat.

"Pilih Menkes yang berlatar belakang ahli kesehatan," saran Dewinta.

Dewinta mengatakan, Budi Gunadi Sadikin yang pakar nuklir dan mempunyai rekam jejak panjang di sektor perekonomian sama sekali tak cocok memimpin Kementerian Kesehatan.

Kata Dewinta, Menteri Kesehatan sepatutnya datang dari rumpun tenaga kesehatan atau orang yang memiliki kemampuan memahami situasi kesehatan. 

Dewinta menekankan, tantangan sistem kesehatan Indonesia ke depan akan lebih berat akibat pandemi Covid-19.

"Indonesia butuh Menkes yang cakap dan ngerti kesehatan," demikian Dewinta. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler