Pangeran Arab Saudi Dituduh Meretas Ponsel Bos Amazon

Rabu, 22 Januari 2020 – 15:59 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Reuters

jpnn.com - Ponsel milik bos Amazon sekaligus kantor berita Washington Post, Jeff Bezos, diduga telah diretas oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Kabar tersebut terungkap dari laporan The Guardian yang dirilis pada Selasa. Peretasan diduga terkait pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

BACA JUGA: Pengadilan Saudi Tegaskan Pangeran Mohammed Tak Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jeff Bezos dan Mohammed bin Salman diketahui bersahabat sebelum insiden peretasan terjadi, lansir Forbes, Rabu (22/1).

Namun, setelah sejumlah dokumen dikirim ke ponsel Jeff yang diduga berasal dari Mohammed, ponsel bos Amazon itu akhirnya bisa diretas.

BACA JUGA: Bocoran Suzuki XL7 Menggoda Xpander Cross

Kepala keamanan Jeff Bezos, Gavin de Becker mengakui insiden tersebut, dan bahwa Arab Saudi memiliki akses ke data pribadi Jeff.

Tidak hanya itu, Gavin juga menuduh Arab Saudi memberikan bocoran tentang perselingkuhan Jeff kepada National Enquirer yang juga menyebarkan pesan teks dan foto pribadi milik Jeff.

BACA JUGA: Harga Minyak Turun

Peretasan kemudian menimbulkan pertanyaan siapa yang sedang dipantau oleh Arab Saudi? Apakah berhubungan dengan pembunuhan seorang kolumnis Washington Post bernama Jamal Khashoggi?

Menanggapi itu, Arab Saudi langsung menolak dan menegaskan dengan bahwa pihaknya tidak mengawasi Jeff Bezos dan tidak terhubung dengan kasus Khashoggi yang terbunuh di dalam kedutaan Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Khashoggi diduga terbunuh setelah menulis kolom kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Kesimpulan yang dibuat CIA bahwa Mohammed yang secara pribadi memerintah untuk membunuh Khashoggi juga tegas dibantah.

"Laporan media baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Kerajaan berada di belakang insiden peretasan telepon Mr. Jeff Bezos tidak masuk akal. Kami meminta penyelidikan atas klaim-klaim ini sehingga kami dapat mengungkap semua fakta," tulis Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington D.C melaui akun resmi di Twitter.

Arab Saudi telah menggunakan alat peretasan yang dibuat oleh perusahaan NSO Group Israel untuk memata-matai pejuang hak asasi manusia, jurnalis dan aktivis. Namun pada akhirnya, belum jelas apakah teknologi NSO Group ini juga diterapkan kepada Jeff. (forbes/mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler