Panin Bidik 5 Ribu Nasabah Berduit

Selasa, 26 Juli 2011 – 06:19 WIB

JAKARTA - PT ANZ Panin Bank (ANZ) mengincar 5000 nasabah dengan kantong tebalPeluang itu sangat terbuka lebar mengingat tidak sedikit kalangan pengusaha bercokol di negeri ini

BACA JUGA: BNI Cetak Laba 2,73 Triliun

Tidak hanya itu, pelaku usaha tersebut masuk barisan dalam jajaran top orang terkaya
”Kalau melihat potensinya masih sangat luar biasa

BACA JUGA: MoDif, Mobil Display FIF

Itu menjadi tantangan kami untuk digarap dengan maksimal,” ungkap Anthony Suwandi, di Jakarta, Senin (25/7).

Memang untuk sementara ini sebut Anthony, nilai kapital besar itu justru masih numpuk di luar negeri
Negara-negara tetangga macam Singapura, Hongkong, Malaysia dan sebagainya menjadi pilihan utama dalam menempatkan uang

BACA JUGA: Krakatau Steel Anjlok Rp 600 M

Kondisi ini tentu saja tidak memberi efek signifikan terhadap perekonomian nasional“Fakta ini harus dipelajari dengan untuk mendapat cara bagaimana membelokkan dana itu kembali ke Indonesia,” imbuhnya

Karenanya sebut Anthony, pihaknya hingga saat ini masih memiliki sekitar 3.000 nasabah dengan tabungan minimal Rp 1 miliarNah, dalam satu tahun ke depan kondisi itu bisa ditingkatkan ke posisi 5.000 nasabahSalah satu cara pemulangan dana dari luar negeri itu, dilakukan melalui pemberian fasilitas dan insentif lebih terhadap para nasabah kaya”Ya, sebagaimana pelayanan yang dilakukan perbankan luar negeri,” tukasnya

Salah satu pemberian fasilitas lebih itu, diwujudkan dalam penerbitan kartu kredit khusus untuk nasabah prioritasNantinya para pemegang kartu kredit khusus itu bakal mendapat berbagai layanan internasional yang tidak didapat nasabah umum lainnyaKartu kredit itu dinamakan Kartu ANZ Signature Priority Banking Infinity”Jadi nantinya pemegang kartu ini akan mendapat beragam kelebihan, seperti akses masuk executive lounge di 600 airport internasional dan juga beragam layanan lain,” tutur Anthony

Di samping pemberian fasilitas lebih, satu hal yang paling penting dijaga adalah tingkat keamanan dana di dalam negeriKarena pada dasarnya nasabah kaya itu eksodus ke luar negeri sejak 1998 lalu, menyusul tingkat keamanan dalam negeri sedang bobrok”Nah, kalau pengin mereka balik, tingkat keamanan menjadi syarat mutlak dihadirkan,” tegasnya(far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diprediksi Trafik Naik 30 Persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler