Para Santri Gelar Selawatan Bareng Relawan Pandawa Lima, Doakan Indonesia Maju Bersama

Jumat, 22 Desember 2023 – 23:57 WIB
FOKSI) bersama Relawan Pandawa Lima menggelar Zikir dan Selawat Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Imdad, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Source for JPNN.com.

jpnn.com - JAKARTA - Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) bersama Relawan Pandawa Lima menggelar Zikir dan Selawat Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Imdad, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (20/12).  Acara ini dihadiri belasan ribu jemaah dan santri/santriwati Ponpes Al Imdad.

Tampak pula sejumlah tokoh muda dari Jakarta, antara lain, Ketua Umum FOKSI Muhammad Natsir Sahib, Sekretaris Jenderal Relawan Pandawa Lima yang juga Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta M. Ryano Panjaitan. Hadir juga cucu pengelola Ponpes Al Imdad Habib Anis.

BACA JUGA: Gus Arif Mengajak Masyarakat Posting Zikir dan Selawat di Medsos

M. Ryano Panjaitan mengatakan bahwa anak muda hari ini merupakan pemimpin di masa depan. Dia juga menyoroti maraknya fenomena westernisasi atau gaya hidup kebarat-baratan belakangan ini.

Namun, saat melihat belasan ribu jemaah yang hadir dalam zikir dan selawat di Ponpes Al Imdad, Ryano yakin bangsa ini akan lebih maju nantinya.

BACA JUGA: Abuya Muhtadi Dukung Ganjar-Mahfud, Insyaallah Majelis Zikir Banten Langsung Bergerak

"Kita sedang masuk tahun politik. Saya cukup mencemaskan dengan kerukunan kebangsaan kita, saya cemaskan persaudaraan berbangsa kita. Saya cemaskan jika program pembangunan Presiden Jokowi yang luar biasa ini tak bisa berkesinambungan dan tak bisa dilanjutkan bila kita salah memilih pemimpin", ujar M. Ryano Panjaitan dalam keterangannya, Jumat (22/12).

Ryano mengatakan bahwa program berkesinambungan tersebut, antara lain, investasi yang terus tumbuh, hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel, lithium, yang membawa Indonesia di ambang menjadi negara maju.

BACA JUGA: Wujudkan Pemilu Damai, Polda Sumsel Gelar Doa dan Zikir Bersama

Walaupun hal ini di persoalkan oleh World Trade Organization (WTO) agar membuka ekspor kekayaan sumber daya alam semurah-murahnya, Presiden Jokowi tetap konsisten berjuang teguh dalam prinsip menolak tekanan asing di WTO tersebut.

"Hal ini yang saya cemaskan jika pemerintahan ini tidak berkelanjutan dengan program luar biasa Presiden Jokowi kemudian hari. Maka kita harus berani memilih pemimpin yang tak tunduk didikte asing, termasuk oleh WTO, di negeri kita sendiri," kata Ryano.

Selain itu, alumnus Universitas Al Azhar Kairo itu menambahkan bahwa bangsa ini jangan mau dipecah belah, dan dikotak-kotakkan menjadi cebong dan kampret.

"Oleh karena itu sebaiknya sesuai dalil qouliyah, suatu perkara itu pilihlah yang di tengah-tengah, pilih yang seimbang. Jika ada calon 1, 2 dan 3 maka pilihlah yang di tengah sesuai dalil qouliyah tadi", pungkas Ryano. (*/boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler