Parno Digulung Ombak Pantai Ujunggenteng Sukabumi

Jumat, 18 Oktober 2019 – 22:20 WIB
Korban Tenggelam. ILUSTRASI. Foto: JPG/JPNN.com

jpnn.com, SUKABUMI - Nelayan bernama Parno (59), asal Kampung Simpangsari, RT 2/9, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah tergulung ombak di Pantai Ujunggenteng, Kamis (17/10).

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, peristiwa tersebut bermula ketika korban tengah menangkap ikan menggunakan ban untuk berlayar di Pantai Ujunggenteng sekira pukul 07.00 WIB. Namun, tiba-tiba datang deburan ombak dan langsung mengadang korban hingga tenggelam.

BACA JUGA: Seorang Nelayan Hilang Digulung Ombak Laut Kidul

“Korban itu mencari ikan di Pantai Ujunggenteng dengan menggunakan jaring. Namun, ia berlayarnya menggunakan ban. Iya, seharusnya pakai perahu. Jadi, saat ombak datang, ia langsung tenggelam,” jelas Camat Ciracap Asep Mulyadi melalui telepon selulernya, Kamis.

Asep menduga, korban tenggelam lantaran ban yang dijadikan media berlayar di perairan terguling akibat hempasan ombak. “Selain itu, tubuh korban juga tergulung oleh jaring. Sehingga, ia tidak bisa berenang karena sulit bergerak,” paparnya.

BACA JUGA: Kapal Terbalik, Dua Orang Nelayan Hilang

Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi Okih Pajri Asidik mengatakan, korban berhasil dievakuasi oleh beberapa nelayan di Pantai Ujunggenteng. “Namun, sayang saat dievakuasi nyawa korban sudah tidak bernyawa,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, ujar Okih, nelayan bersama Muspika Ciemas langsung membawa jenazah korban ke rumah keluarganya untuk dilakukan pemulasaran. “Siang tadi, jasad korban sudah dikebumikan oleh keluarganya di TPU yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” bebernya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khususnya nelayan yang hendak mencari ikan agar meningkatkan kewaspadaan saat berlayar di Pantai Selatan Sukabumi.

Seperti menggunakan perahu yang layak, memeriksa mesin perahu, menggunakan kelengkapan pengamanan dan lainnya. “Apalagi, cuaca ekstrem kali ini, dapat menyebabkan tingginya gelombang dan dapat berpotensi kecelakaan laut, bila tidak berhati-hati,” pungkasnya. (den/t)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler