Pasang Iklan Jual Ginjal, Pak Guru Adi Berharap Dapat Perhatian Jokowi

Jumat, 04 Maret 2016 – 11:04 WIB
Adi Supriadi (42) saat ditemui GoBekasi.co.id di SMP Terbuka, Kampung Tambun Bulak, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kamis (3/3). Foto: gobekasi

jpnn.com - BEKASI - Seorang guru bernama Adi Supriadi di Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi berniat menjual ginjalnya dengan harga Rp 2 miliar. Namun, langkah tak lazim itu bukan dilakukannya karena terbelit masalah ekonomi.

Pak Guru Adi, begitulah ia disapa muridnya, melakukan hal tersebut untuk membantu nasib anak didik di sekolah terbuka yang dia dirikan sendiri, SMP Adi Supriadi Samudrajaya. Adi ingin memastikan semua muridnya bisa meneruskan pendidikan setelah lulus dari sekolah yang dia rintis sejak 2009 lalu.

BACA JUGA: Guru SMP Pasang Iklan di Facebook: Jual Ginjal Rp 2 M

“Dengan cara seperti itu saya ingin bantu mereka. Saya nanti bisa bantu anak didik saya melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Soalnya, banyak di sini selepas lulus SMP tidak melanjutkan pendidikan ke SMA,” kata Adi kepada GoBekasi, Kamis (3/4).

“Dari 18 siswa yang lulus SMP, yang lanjut (tahun kemarin, red) cuma tujuh. Tahun ini 16 orang kelas IX yang mau lulus. Banyak yang tidak bisa melanjutkan karena terbentur biaya,” lanjut pria lulusan at-Taqwa tersebut.

BACA JUGA: SIMAK NIH! Beda Kualitas Guru Besar Indonesia Dibanding Malaysia

Soal rencana menjual ginjalnya, Adi berkata telah bertukar pikiran dengan banyak orang. Ada yang mendukungnya, dan ada juga yang menentang rencana tersebut. Bahkan, istrinya sampai saat ini belum merestui rencananya yang dianggap gila.

“Harapan saya pak menteri pendidikan, pak presiden bisa melihat keadaan kami. Banyak dari murid kami yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena ketidakberdayaan orang tua,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA: Gandeng Al Azhar Kairo dan ITB, UBN Dirikan AQL Islamic School

“Di sini (Desa Samudrajaya, red) jauh dari sekolah. Hanya ada SD, itu pun jauh. SMP dan SMA susah di sini. Kami di sini berusaha mengadakan SMP ini. Kami tetap berjuang dan kuat. Mudah-mudahan dapat dibantu,” tutup Adi sambil menyeka air mata. (dam/gob/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulai Juli, Sekolah Pakai Buku K-13


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler