Pasangan Muda di Iran Dihukum 10 Tahun Penjara karena Berdansa

Rabu, 01 Februari 2023 – 10:28 WIB
Potongan gambar dari video Astiazh Haqiqi (21) dan tunangannya Amir Mohammad Ahmadi (22) tengah berdansa di kawasan Menara Azhadi, Tehran. Gara-gara aksi tersebut, pasangan muda ini dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan Iran. Foto: Instagram

jpnn.com, TEHRAN - Pasangan muda di Iran dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena mengunggah video mereka sedang berdansa mesra di tempat umum.

Menurut laporan BBC, Rabu (1/2), hakim memutuskan sejoli yang masih berusia kepala dua itu bersalah mempromosikan korupsi, prostitusi dan propaganda serta beberapa pelanggaran lain.

BACA JUGA: Korps Garda Revolusi Islam Terancam Masuk Daftar Teroris, Begini Reaksi Iran

Sebuah sumber telah mengonfirmasi kepada BBC Monitoring bahwa penangkapan pasangan itu terjadi setelah mereka memposting video tersebut ke akun Instagram mereka, yang memiliki hampir dua juta pengikut.

Dalam video tersebut, terlihat keduanya berdansa dengan penuh kegembiraan di kawasan Menara Azadi (Kebebasan) Teheran.

BACA JUGA: Nilai Mata Uang Iran Hancur Berantakan, Musuh Republik Islam Lagi-Lagi Disalahkan

Iran sedang gencar-gencarnya menjatuhkan hukuman berat kepada orang-orang yang terlibat dalam demonstrasi anti-pemerintah skala nasional yang telah berlangsung sejak September tahun lalu.

Namun, kedua terdakwa sudah berulang kali menegaskan bahwa aksi mereka tak berkaitan dengan aksi demonstran

BACA JUGA: Presiden Ukraina Sebut Drone Buatan Iran Bakal Bombardir Kiev

Astiazh Haqiqi (21) dan tunangannya Amir Mohammad Ahmadi (22)disebut mempromosikan korupsi dan prostitusi, berkolusi melawan keamanan nasional, dan propaganda melawan kemapanan.

Rumah keluarga perempuan yang mengaku berprofesi sebagai perancang busana itu digerebek polisi sebelum penangkapan.

Jika putusan mereka dieksekusi, mereka harus menjalani salah satu masa hukuman terlama.

Menurut laporan, mereka juga diberi larangan dua tahun untuk menggunakan media sosial dan meninggalkan negara itu.

Gerakan protes Iran yang dimulai pada bulan September telah menjadi salah satu tantangan paling serius bagi rezim ulama sejak berkuasa pada revolusi 1979.

Untuk memadamkan protes, negara telah menjatuhkan hukuman berat kepada orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan, termasuk mengeksekusi setidaknya empat pengunjuk rasa. awal bulan ini dan pada bulan Desember.

Sementara kematian Mahsa Amini menjadi pemicu kerusuhan yang lebih luas di Iran, hal itu juga didorong oleh ketidakpuasan yang sudah berlangsung lama atas kemiskinan, pengangguran, ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan korupsi.

Ratusan telah tewas dan ribuan ditangkap selama demonstrasi atas keadaan kematiannya. (bbc/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler