Pasar sempat Tunggu Keputusan The Fed

Kamis, 30 Agustus 2012 – 00:52 WIB
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya melorot dari level psikologis 4.100 setelah anjlok 49 poin. Aksi jual dilakukan menyusul lambatnya pertumbuhan ekonomi global. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.540 per USD sama seperti posisi pada penutupan perdagangan, Selalu lalu.

Pada perdagangan Rabu (29/8), IHSG sempat berkurang 7,473 poin (0,18 persen) ke level 4.135,250. Realitas ini terjadi karena ekses melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Pelaku pasar tampaknya menunggu keputusan The Fed memberikan stimulus terhadap ekonomi AS. Pergerakan indeks masih tetap datar. Investor juga memilih melakukan aksi tunggu sampai situasi global kondusif. Perdagangan diwarnai aksi jual yang sangat selektif.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau mulai pagi. Aksi jual yang dilakukan investor membuat indeks terus bergerak melorot. Pada penutupan perdagangan sesi I, misalnya, IHSG turun 15,532 poin (0,37 persen) ke level 4.127,316 menyusul koreksi yang terjadi di saham-saham lapis dua.

Pelaku pasar masih menanti berita positif dari pasar global. Koreksi paling banyak diderita saham-saham lapis dua, terutama di sektor perdagangan. Transaksi di saham-saham unggulan tidak terlalu ramai hari ini. Indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.072,854.

Saat penutupan, Rabu (29/8), IHSG melorot 49,678 poin (1,20 persen) ke level 4.093,170. Sementara Indeks LQ45 ambles 9,718 poin (1,37 persen) ke level 702,224.

Perdagangan kemarin memang berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 108.872 kali pada volume 3,683 miliar lembar saham senilai Rp 4,26 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 199 saham turun, dan 80 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed sampai penutupan perdagangan. Investor regional belum terlalu semangat dalam berburu saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.200 ke Rp 22.500, Unilever (UNVR) naik Rp 1.150 ke Rp 26.950, Multi Prima (LPIN) naik Rp 900 ke Rp 6.400, dan Century Textile (CNTX) naik Rp 550 ke Rp 6.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 225.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.500, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 20.200, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 500 ke Rp 12.400. (far)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Indofood Raup Laba Rp 1,68 T

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler