Pasar Teknologi Informasi Naik Tipis

Kamis, 07 Juni 2012 – 06:27 WIB

SURABAYA - Kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi (TI) semakin tinggi. Hal ini mendorong pasar teknologi informasi diprediksi tumbuh tipis. Namun hal ini tak mengurangi optimisme penyelenggara Festival Komputer Indonesia mencapai target transaksi tumbuh hingga 40 persen.
      
Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DPD Jatim Kurniawan Putra. Iklim industri produk teknologi informasi di Indonesia masih bagus. Namun kecenderungan naiknya hanya 5-10 persen saja."Memang sangat tipis. Fluktuasi nilai tukar dolar AS yang saat ini cukup tinggi mengakibatkan beberapa vendor menunda pemasaran produknya. Akhirnya penjualan melambat," katanya.
      
Namun menurut Kurniawan perlambatan ini tak terlalu dirasakan dampaknya jika melihat kondisi pasar TI di Indonesia sekarang ini. "Pasar produk TI semakin meluas. Jika dulu hanya orang dewasa yang membutuhkan produk TI, sekarang ini anak-anak sudah mulai peduli mengenal TI,"ujarnya saat ditemui di acara pembukaan FKI di Gramedia Expo, Rabu (6/6).
      
Acara ini merupakan acara rutin Apkomindo yang telah digelar 13 kali. Tahun ini terdapat 73 peserta yang memeriahkan FKI. Peserta tersebut terdiri dari vendor maupun reseller. Diantaranya IBM, Hp, Asus, Smartfren, Esia, dan Centrin Tv. Pameran ini akan diadakan 6-10 Juni di Gramedia Expo Surabaya. Selain di Surabaya FKI juga digelarserentak di Bandung, Yogjakarta, Semarang, dan Makassar.
      
Ia mengatakan, semakin luasnya pasar menjadikan pergeseran. Sekarang TI tak hanya menjadi kebutuhan tersier namun sekunder. Selain itu, semakin banyaknya sekolah yang berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ikut memicu permintaan konsumen terhadap produk teknologi informasi.
      
Hal serupa juga dikatakan oleh Branch Manager Dyandra Promosindo Yusuf Karim Ungsi. Ia mengatakan, setiap ia mengadakan pameran, acaranya bisa dikatakan sukses. Antuasias pengunjung setiap tahunnya meningkat. "Acara FKI tahun lalu dipadati 50 ribu pengunjung. "Tahun ini, saya memprediksi akan meningkat hingga 70 ribu pengunjung,"katanya.
      
Ia mengatakan, prediksi kenaikan ini didukung oleh waktu diselenggarakannya acara di bulan Juni. Bulan ini dekat sekali dengan masa dimulainya ajaran baru baik bagi mahasiswa maupun pelajar. Ia juga menargetkan total transaksi bisa mencapai Rp 7 miliar. Tahun sebelumnya hanya sekitar Rp 5 miliar.
      
Tingginya penetrasi produk TI ke pasar juga ditunjang dengan adanya cicilan kartu kredit. Yusuf mengungkapkan, kontribusi pembayaran dengan kartu kredit semakin naik." Jika dulu pembayaran nontunai hanya sekitar 20 persen, kini tumbuh dua kali lipatnya atau sekitar 40 persen dari total transaksi. Melihat tren tersebut kali ini saya menggandeng Bank BRI sebagai mitranya,"katanya.(uma)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kepemilikan Saham Bank BUMN Diperlakukan Khusus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler