Pasar Umrah Besar, Garuda Perkuat Timur Tengah

Kamis, 01 Desember 2016 – 10:50 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali memperkuat pasar di negara Timur Tengah.

Terutama pasar umrah dengan membuka rute penerbangan baru Surabaya-Madinah.

BACA JUGA: Tren Properti Bergeser, Menengah ke Bawah Jadi Primadona

Direktur Cargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono mengatakan, potensi pasar umrah sangat besar.

Sebab, penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam yang umumnya punya keinginan melakukan perjalanan religi atau umrah.

BACA JUGA: Kemendesa PDTT Integrasikan Ekonomi Kawasan Perdesaan

”Umrah ini menjadi langkah awal bagi umat muslim untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci, karena untuk pergi haji itu antreannya luar biasa. Bisa menunggu sampai bertahun-tahun dan hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun, pada akhirnya umrah jadi pilihan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, kemarin (30/11).

Dia menjelaskan, potensi pasar umrah dapat dilihat dari tingginya pertumbuhan peserta umrah, terutama dari Jawa Timur yang mencapai sekitar 33 persen per tahun.

BACA JUGA: Tren Inflasi Rendah Terus Berlanjut

Berdasarkan data statistik, jumlah jemaah umrah dari Jawa Timur pada 2013 tercatat mencapai 144.000 orang.

Pada 2014 meningkat menjadi 180.000 orang. Pada 2015 kembali meningkat menjadi 240.000 orang.

”Itu baru umrah. Belum lagi jemaah haji, dan Indonesia mendapat kuota 168.000 orang, sekitar 90.000 orang berasal dari Jawa Timur,” katanya.

Sigit menambahkan, dari tahun ke tahun jumlah peserta umrah yang menggunakan layanan Garuda meningkat.

Tahun ini untuk jemaah umrah ditargetkan bisa mencapai 14.100 orang, atau naik dibandingkan capaian tahun lalu yakni 14.000 orang.

Dari total revenue perseroan, pasar umrah sendiri telah berkontribusi sekitar 7-10 persen.

Sedangkan untuk perjalanan haji sekitar dua persen-an. Dengan adanya rute baru Surabaya-Madinah ini, diharapkan kontribusi pasar umrah terhadap total kinerja bisa tumbuh setidaknya 20 persen.

Meski begitu, lanjutnya, Garuda Indonesia tidak hanya melihat dari sisi kebutuhan transportasi ini hanya untuk keperluan religi.

Tetapi juga untuk kebperluan bisnis, liburan dan tenaga kerja Indonesia. Rute penerbangan ke Madinah ini merupakan rute internasional ketiga yang dilayani Garuda dari Surabaya, selain rute Surabaya-Singapura PP setiap hari dan Surabaya-Jeddah dua kali seminggu.

Dengan adanya rute baru Surabaya-Madinah ini, secara total Garuda Indonesia melayani 34 penerbangan ke Timur Tengah dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Makassar, Medan, Balikpapan, Solo, dan Surabaya. (lum/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelontorkan Rp 4,5 Triliun untuk Tol Pejagan–Pemalang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler