Pasar Wisata Muslim Makin Membaik, Isra Festival Bakal Digelar di JCC 

Rabu, 14 Desember 2022 – 19:38 WIB
Traya Eksibisi Internasional bersama Himpuh akan menyelengarakan Indonesia  Destinasi & Travel Halal Isra Festival di JCC. Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pasar perjalanan wisata muslim dinilai bakal makin membaik pascapandemi Covid-19 seiring dengan adanya berbagai pelonggaran kebijakan di negara tujuan.

Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 menyebutkan pada 2023 sebanyak 140 juta wisatawan muslim bakal bepergian, kondisi ini akan meningkat jadi 160 juta di 2024.

BACA JUGA: Jakarta Berpotensi sebagai Tujuan Wisata Halal Dunia

"Tren ini tentunya memberikan kegairahan kembali industri perjalanan wisata halal dan religi baik inbound maupun outbond," kata Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/12).

Kebijakan baru pemerintah Saudi menuju Visi Saudi 2030 terhadap jemaah umrah Indonesia dengan segala fleksibilitasnya pada 1444 H, mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta stakeholder terkait melakukan sejumlah terobosan solutif untuk menangkap peluang pasar yang tahun depan lebih mengarah pada  Bussiness to Costumer (B to C).

BACA JUGA: Wisata Halal Dunia Terbaik Jadi Incaran Wisatawan Muslim Indonesia

Menjawab kebutuhan pasar wisata muslim yang makin kompetitif, Traya Eksibisi Internasional bersama dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan menyelengarakan Indonesia Destinasi & Travel Halal “Isra Festival” yang akan berlangsung pada 23 -25 Desember 2022, di Jakarta Convention Center (JCC). 

"Dengan positioning "Muslim Friendly Tourism” Isra Festival merupakan salah satu ikhtiar untuk menguatkan kembali ekosistem industri perjalanan wisata halal dan stakeholder terkait pasca pandemi," lanjutnya.

BACA JUGA: Wisata Halal, Sandiaga Uno Berkuda dan Memanah di The Hub

Ditambahkannya pandemi mengubah gaya hidup masyarakat yang mengedepankan pada aspek kualitas hidup yang lebih seimbang.

Hal ini tentu berpengaruh pula pada pilihan dan jenis wisata. Ke depannya, industri pariwisata harus lebih kreatif mempersiapkan paket-paket wisata yang personalized, cusmotized dan smaller in size. 

"Karena dalam koridor halal, tentunya harus mengacu pada prinsip halal dan thoyib,” ujarnya.

Isra Festival akan menempati area seluas 3000 m2 di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), dan menhadirkan 109 stand yang diikuti perusahaan travel haji dan umrah, hotel atau akomodasi halal.

Kemudian, wisata muslim, transportasi, halal food, aksesoris travel, aplikasi travel halal, produk keuangan syariah, industri pendukung (FMCG, Kuliner, Herbal/obat-obatan, kosmetik, fashion dan sebagainya), komunitas, pemerintah daerah/kota, kedutaan negara sekitar tujuan negara muslim.

Ada 10 top destinasi wisata muslim friendly yang ditawarkan, tidak hanya dari dalam negeri Indonesia, tetapi juga luar negeri (outbond), di antaranya Malaysia, Arab Saudi, Turkey, Uni Emirat Arab, Qatar, Iran, Bahrain, Singapura dan Uzbekistan. 

Kemudian ada 10 top muslim friendly non-OIC Destinations, yaitu: Singapura, Taiwan, Thailand, United Kingdom, Hong Kong, Japan, South Africa, Philippines, United States dan Australia.

Selama pameran juga digelar beragam acara menarik seperti travel community, talk show tentang umrah, dan konsultasi prinsip halal pada industri kuliner (halal restaurant), lomba fotografi, business tips and tricks.

Menangkap peluang jelang akhir tahun dan mendekati Ramadan, pameran yang berkolaborasi dengan Himpuh ini juga akan membidik pangsa pasar jamaah umroh yang ingin menjalankan Itikaf di bulan Ramadan, dan haji Furoda.

"Kebijakan pemerintah Saudi dalam satu sisi membuka peluang yang besar bagi industri untuk melakukan berbagai terobosan kreatif dan solutif," kata Sekjen Himpuh M.Firman Taufik.

Himpuh akan  melakukan edukasi pada market agar lebih cermat dalam memilih agensi perjalanan wisata halal dan ibadah umrah. Masyarakat, selain harus memantabkan secara ruhani, juga sudah seharusnya mendapatkan pemahaman yang jelas tentang profesionalisme penyelenggaraan Travel Haji dan Umrah  dalam  menjalankan usahanya. 

Dikatakannya bagi calon jemaah umrah yang pertama harus dilihat dalam penawaran paket perjalanan ibadah umrah adalah harganya wajar atau tidak. 

"Jika harganya tidak wajar, tetap memaksakan beli karena harga murah, maka kita zalim. Sudah tahu harga murah, sudah tahu enggak mungkin, tetapi beli juga. Yang seperti ini selalu ada korban,” katanya.

Selain menawarkan banyak paket umrah dan destinasi wisata halal, dalam pameran ini masyarakat dapat  mengetahui lebih dalam Program Haji Furoda atau program haji tanpa antri yang membuat tak sedikit masyarakat  tergiur untuk bisa berangkat haji lebih cepat. 

Ketua Isra Festival Jachja Machmud menyebutkan, paket Haji Furoda memang menjanjikan. Namun, saat ini informasi mengenai Program Haji Furoda yang tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 masih perlu pembahasan dan sosialisasi dalam pengimplemantasiannya.

Sementara itu, jumlah peminat Haji Furoda atau tanpa antri ini lumayan besar. Sesuai data Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, jemaah haji yang mengambil kuota furoda tahun 2022 mencapai sebanyak 2.272 orang. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler