Pasca Gempa, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Penyebaram Informasi Potensi Tsunami Akan Dipercepat

Kamis, 12 April 2012 – 21:01 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono meminta masyarakat khususnya yang tinggal di Pulau Sumatera agar tidak panik pascagempa yang terjadi Rabu kemarin (11/4). Agung memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap bencana gempa.

"Sekarang perlu antisipasi kita ke depan. Jadi masyarakat nggak perlu panik dan cemas karena ini akan diikuti dengan mediasi. Daerah yang ada ancaman ini akan diantisipasi oleh para ahli," kata Agung dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (12/4).

Sedangkan Deputi Kepala Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin, menjelaskan, gempa Sumatera yang terjadi kemarin sebenarnya jarang sekali terjadi. Menurut Ridwan, gempa berkekuatan lebih dari 8 skala ritcher itu biasa terjadi di daerah transisi.

Dari tahun 2006 hingga sekarang, Indonesia baru mengalami dua kali gempa outer-rice. "Gempa ini jarang terjadi, gempa yang beberapa waktu lalu adalah gempa outer-rise. Energi besar akibat gempa berkekuatan 8,5 skala ritcher yang menyebabkan getaran dahsyat," terang Ridwan.

Namun diakuinya, ilmu pengetahuan tidak bisa mendeteksi kapan terjadinya gempa. Meski demikian kemungkinan bakal terjadinya tsunami pascagempa bisa dideteksi lebih dini. 

Sebagai langkah antisipasi, pemberitahuan peringatan potensi tsunami akan dipercepat. Dengan begitu, sambung Ridwan, masyarakat bisa memiliki waktu lebih untuk mengamankan dirinya.

"Jadi ketika gempa terjadi, dan 3-6 menit kemudian kita bisa mengatakan berpotensi tsunami. Berarti kan kalau nilai rata-rata 20 sampai 30 menit, kita punya selisih waktu 15-20 menit lah ya. Selama 15 menit kita sudah bisa lari jauh 1-2 kilometer ke daerah yang aman atau tempat tinggi," paparnya.

Untuk mempercepat pencarian lokasi dan spesifikasi gempa, alat sesmometeri akan ditambah. Selain itu sistem telekomunikasi data yang sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan. "Ditambah sistem pendeteksinya, jadi sesmometerinya ditambah. Sehingga dia bisa lebih cepat, lebih efektif, akurat menentukan lokasi dan spesifikasinya," imbuh Ridwan. (dil/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Pastikan Panggil Rusli Zainal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler