Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulsel Bertambah

Sabtu, 11 Juli 2020 – 05:20 WIB
Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari pixabay

jpnn.com, MAKASSAR - Jumlah pasien sembuh dari infeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sulawesi Selatan bertambah 30 orang pada 10 Juli 2020, sehingga total yang sembuh mencapai 2.476 orang.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel yang diterima di Makassar, Jumat menyebutkan, ada penambahan 30 orang pasien sembuh dari data sebelumnya, Kamis 9 Juli, yang tercatat 2.446 orang sembuh.

BACA JUGA: Sandiaga dan Relawan Jokowi Kompak Bagi-bagi Paket Sembako ke Guru Honorer

Kendati demikian, selain kurva kesembuhan pasien yang mengalami peningkatan, angka pasien terkonfirmasi positif juga ikut naik. Pada 10 Juli ini, tercatat bertambah 135 orang positif dengan jumlah akumulasi 6.617 orang, dari data sehari sebelumnya 6.482 orang.

Penambahan pasien positif per hari Jumat (10/7), terbanyak dari Kota Makassar, 67, disusul Kabupaten Luwu Timur 56, Kota Palopo lima, Kabupaten Gowa tiga, dan Kabupaten Luwu Utara, Pangkep, Sidrap, serta Wajo, masing-masing satu orang..

BACA JUGA: Jokowi Revisi Perpres Prakerja, Pelajar Formal Hingga PNS Tidak Boleh Ikut Program

Sementara jumlah kematian akibat virus corona jenis baru tersebut, bertambah satu orang dengan akumulasi sebanyak 208 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya menekan laju penularan COVID-19 dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Australia Batasi Kepulangan Warganya dari Luar Negeri

"Hanya ada tiga langkah kesembuhan, yaitu testing, tracking dan edukasi kepada masyarakat. Kalau semua patuh, maka kita bisa terlepas dari pandemi ini," ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemprov Sulsel adalah melaksanakan tes cepat massal secara gratis. Cara ini masuk dalam tiga metode itu, yakni testing.

"Ini sebuah upaya kita agar bisa memutus mata rantainya, termasuk membatasi pergerakan orang, itu semua diperiksa. Jadi kalau ada ditemukan membawa virus, maka dilarang untuk beraktivitas di luar, lakukan isolasi mandiri atau bisa ikut Wisata COVID-19 di hotel yang sudah disiapkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel ini, menambahkan.

Berdasarkan data, jumlah peserta yang mengikuti tes cepat gratis, program Pemprov Sulsel pada hari kelima di dua tempat, yakni Gedung Balai Kartini dan Kantor Dinas Kesehatan Sulsel tercatat sebanyak 1.732 orang, dengan peserta ditemukan hasilnya reaktif sebanyak 44 orang. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler