Pasokan Padi di Kendal Dipastikan Masih Aman

Panen Padi Masih Bergulir di Kendal, Pasokan Beras Dipastikan Aman

Selasa, 09 Januari 2018 – 11:52 WIB
Panen padi di Kendal, Jawa Tengah. Foto: Kementan

jpnn.com, KENDAL - Meskipun bulan Januari ini merupakan periode tanam, panen padi masih bergulir di kabupaten Kendal Jawa Tengah, terutama di kecamatan Boja dan kecamatan Limbangan yang menjadi lokasi panen pada Senin (8/1).

Fakta ini memperkuat keyakinan bahwa pasokan beras masih aman. Apalagi, pada bulan Desember 2017, panen padi berlimpah, ungkap Prof. Dr. Risfaheri dari Kementan yang melakukan pemantauan panen di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Panen Setiap Hari, Bukti di Bali Tidak Musim Paceklik

Lokasi panen hari ini yang dikunjungi desa Blimbing kecamatan Boja dan desa Tambahsari kecamatan Limbangan. Hamparan padi yang dipanen di desa Blimbing seluas 10 Ha, varietas yang ditanam IR64 dan Situ Bagendit dengan provitas 5,5-6 ton/Ha GKP. Luas hamparan yang dipanen di desa Tambahsari seluas 16 Ha dengan provitas mencapai 6-7 ton/Ha GKP. Varietas yang ditanam meliputi Umbul (lokal), IR64, dan Situ Bagendit. Luas panen selama bulan Januari ini di kec. Boja, 480 Ha dan kec. Limbangan, 280 Ha.

Kepala Desa Blimbing Sutrisno yang ikut menghadiri panen menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena telah banyak memberi bantuan kepada petani selama ini.

BACA JUGA: Laren, Gudang Pangan Penyelamat Paceklik di Lamongan

Dia juga memastikan bahwa pasokan gabah di wilayahnya saat ini berlimpah dan tidak pernah mengalami paceklik.

Namun, untuk percepatan tanam masih diperlukan bantuan mini traktor roda 4 dan mini combine harvester yang umumnya kepemilikan lahannya kecil. "Mengingat buruh tani yang ada saat ini sudah berusia senja, sedangkan generasi muda tidak tertarik bekerja di sawah dengan pengelolaan secara tradisional," ujarnya.

BACA JUGA: Petani di Serang Selamat dari Gagal Panen

Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, hampir semua sawah yang telah selesai dipanen saat ini sudah tertanam. Hampir tidak ada sawah yang bera di daerah tersebut. Panen padi akan terus ada di Kendal sepanjang waktu, karena penanaman terus dilakukan, segera setelah panen selesai. "Jadi adanya wacana impor saat ini, harus ditolak karena akan merugikan petani nantinya," kata Risfaheri kepada awak media.

Provitas tanaman padi di lokasi pemantauan panen tersebut, masih belum maksimal. Provitas padi di wilayah tersebut, sangat berpeluang ditingkatkan, bila petani menggunakan varietas unggul baru yang telah dilepas oleh Balitbangtan Kementan, sesuai agroekosistemnya, pungkas Risfaheri.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Pemain Oplos Beras di Bulog?


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler