Patuhi Protokol Kesehatan jadi Tameng Paling Kuat Cegah Covid-19 Selama Pelesiran

Sabtu, 31 Oktober 2020 – 16:07 WIB
Sejumlah anak mengikuti rafting di kawasan Bendung Katulampa, Bogor, Kamis (29/10). Kegiatan yang diadakan Hiking Bocah pada setiap akhir pekan atau libur panjang itu dalam rangka mengenalkan lingkungan alam kepada anak-anak. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, BOGOR - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat yang ingin berpelesir selama cuti bersama di objek wisata yang ada di Jabar mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

"Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menaati protokol kesehatan, yaitu memakai masker dengan benar, tidak menurunkan masker di bawah hidung atau di bawah dagu," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Marion Siagian di Bandung, Sabtu.

BACA JUGA: Pak Doni Tak Lelah Mengingatkan Masyarakat untuk Tetap Menjalankan Protokol Kesehatan

Marion menyatakan, penerapan protokol kesehatan dengan baik dan benar menjadi tameng paling kuat dalam mencegah sebaran COVID-19, khususnya di tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

"Kemudian, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta sering mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau menyediakan selalu cairan pencuci tangan berbasis alkohol bila air mengalir tidak tersedia," imbuhnya.

BACA JUGA: Puji Cara Ibu-ibu Kampanyekan Prokes, Pak Doni Singgung soal Pondok Ranggon

BACA JUGA: Pemkot Bogor Alokasikan Rp 57 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Total ada 54 destinasi wisata yang akan diperiksa tersebar di 14 kabupaten/kota.

Beberapa tempat wisata yang menjadi perhatian di kawasan Lembang Bandung Barat, Ciwidey Kabupaten Bandung, pemandian air panas Ciater di Subang, Puncak Bogor, serta kawasan pantai selatan Jabar.

Operasi gabungan juga melibatkan aparat kewilayahan di kecamatan, desa/kelurahan, bahkan sampai RT/RW.

Para petugas lapangan ini senantiasa melaporkan segala perkembangan.

Marion pun memastikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan dan petugas yang bertugas aman dan sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Satgas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar pun sudah mengirim sebanyak 26.700 alat rapid test, 1.935 APD lengkap, dan 14.400 Viral Transport Medium (VTM), kepada kabupaten/kota. VTM merupakan tempat penyimpanan spesimen sampel lendir tenggorok hasil uji usap.

"Dengan kegiatan yang komprehensif, kami berupaya memetakan penyebaran serta mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 setelah masa libur panjang selesai," kata dia.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad menambahkan Pemprov Jabar mengoptimalkan pengetesan COVID-19 secara acak dilakukan di 54 titik destinasi di 14 kabupaten/kota yang ada di wilayah Jabar.

Daud mengatakan, penambahan kasus COVID-19 baru masih cukup tinggi, khususnya di daerah Bogor, Depok, Bekasi atau Bodebek yang sangat berdekatan dengan DKI Jakarta sebagai epicentrum penyebaran virus corona.

Ia mengatakan aaat ini banyak dari warga Jakarta dan sekitarnya berangkat ke destinasi di Jabar untuk menghabiskan akhir pekan sehingga pengetesan lewat tes cepat diharap bisa meminimalisasi tingkat penyebaran dan memetakan jika didapati wisatawan yang positif COVID-19.

"Memang kami mengadakan tes acak untuk mereka yang ada di pusat kerumunan seperti tempat wisata atau pasar, serta di tempat yang mengadakan peringatan Maulid Nabi," ujar Daud. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler