Paus Fransiskus Lantik Rohaniwan Meksiko Terkenal Pembela Hak Adat Jadi Kardinal

Minggu, 29 November 2020 – 08:31 WIB
Paus Franciskus (kiri) memimpin pelaksanaan misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2020). Ibadah tersebut dilakukan tanpa partisipasi jemaat untuk menekan penyebaran COVID-19. ANTARAFOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS/foc.

jpnn.com, MEXICO CITY - Paus Franciskus pada Sabtu (28/11/2020) secara resmi melantik para kardinal baru. Di antara adalah rohaniman Meksiko yang kritis lantang bersuara yang menghabiskan puluhan tahun melayani komunitas adat yang sebagian besar miskin di dekat perbatasan selatan negara itu dengan Guatemala.

Felipe Arizmendi, yang dikenal karena pandangan progresif tentang hak-hak adat dan migran serta sikap konservatif yang kukuh tentang seksualitas, dihadiahi cincin dan biretta (topi persegi) warna merah tua. Biretta buat pangeran gereja Katolik itu diberikan pada upacara yang disederhanakan di Vatikan karena waspada terhadap pandemi.

Sebagai salah satu dari 13 wali gereja yang menerima kehormatan pada Sabtu, Arizmendi telah melayani sebagai uskup di negara bagian selatan Chiapas sejak awal 1990-an, tepat sebelum pemberontakan pribumi yang dipimpin oleh Tentara Pembebasan Nasional Zapatista, yang mengeluarkan deklarasi perang melawan pemerintah yang mengacu sejarah panjang penindasan.

Bertahun-tahun setelah itu, Arizmendi memuji tuntutan gerakan Zapatista demi keadilan, selain upaya merangkul para migran Amerika Tengah yang telah bertahun-tahun melakukan perjalanan melalui Meksiko selatan menuju Amerika Serikat.

Arizmendi, 80 tahun, penulis lebih dari 30 buku dan kolumnis teratur surat kabar, baru saja melewati batas usia untuk dapat memberikan suara dalam konklaf kepausan di masa depan, di mana para paus baru dipilih.

Selama dekade terakhir, dia juga mencerca apa yang dia gambarkan sebagai penyebaran "homoseksual" dari kota-kota ke wilayah perdesaan. Sementara awal tahun ini dia mengeluhkan "terlalu banyak pesta pora" dalam kolom yang dalam keadaan lain dipersembahkan untuk berpendapat bahwa salah melihat pandemi virus corona sebagai hukuman ilahi.

Sebagian besar dari kardinal baru yang diumumkan bulan lalu tetapi dilantik pada Sabtu berasal dari dunia berkembang, termasuk Rwanda dan Brunei, karena Paus Fransiskus terus melahirkan kembali kepemimpinan Gereja yang lebih inklusif dengan lebih banyak wali gereja dari luar Eropa.(Antara/jpnn)

BACA JUGA: Maradona Tutup Usia, Paus Fransiskus Terus Mengingatnya Dalam Doa


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler