PDIP Nilai Bu Mega Punya Segudang Prestasi, Sudah Sepantasnya Dapat Penghargaan

Kamis, 13 Agustus 2020 – 14:57 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara diskusi virtual. Foto: DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri layak menerima Tanda Jasa Medali Kepeloporan dari negara. Menurut Hasto, ketua umum PDIP itu mampu membawa Indonesia melalui berbagai gelombang krisis.

“Penghargaan tersebut sangat membanggakan. Ibu Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Kelima RI terbukti mampu menyelesaikan krisis multidimensional, menghadirkan kepemimpinan rekonsiliatif gotong royong dengan susunan kabinet paling kompak dan terbaik pascareformasi 1999," kata Hasto dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/8).

BACA JUGA: 75 Paslon Bakal Diumumkan PDIP, Bu Mega Beri Pesan Khusus

Hasto melanjutkan, pihaknya mengucapkan selamat atas penghargaan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Megawati itu. Hasto memandang jasa-jasa dan prestasi Megawati luar biasa dalam merintis, mengembangkan, dan memajukan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan dan lingkungan.

"Bahkan Kabinet Gotong Royong hingga saat ini dikenang sebagai the dream team karena leadership, profesionalitas, dan kemampuannya di dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara, serta meletakkan masa depan yang lebih baik. Bukan hanya itu saja, kepemimpinan Megawati menghadirkan pemilu yang paling demokratis setelah 1955," jelas dia.

BACA JUGA: Bagi Semua yang Dapat Rekomendasi PDIP, Bu Mega: Jangan Sekali-kali Mengkhianati Dirimu Sendiri

Dalam buku ‘The Brave Lady’, terungkaplah sosok Megawati sebagai pemimpin yang begitu kokoh dalam keyakinan dan prinsip tersebut. Begitu banyak lembaga negara yang secara efektif hadir dan terbukti pembentukan lembaga negara tersebut mengambarkan kepemimpinan Megawati yang visioner.

Hasto mencontohkan, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Narkotika Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Densus-88, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, Komnas Lansia, Sekolah Polwan, Polisi Pariwisata, dan Sekolah BIN dan lainnya merupakan bentuk bagaimana negara semakin hadir bagi setiap warga bangsa.

BACA JUGA: Covid-19 Bukan untuk Pencitraan, Bu Mega Pantau Kinerja Kada dari PDIP Tangani Pandemi

Di luar hal tersebut, kata Hasto, Megawati juga tercatat sebagai presiden yang paling peduli terhadap lingkungan. Perhatian terhadap kelestarian flora, fauna dan lingkungan hidup sangat luar biasa. Selain secara periodik bertemu dengan perwakilan penerima kalpataru, Megawati juga menjadi Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

"Seluruh anggota dan kader partai diajarkan bagaimana mencintai bumi melalui gerakan menanam, membersihkan sungai dan lingkungan, serta menyelamatkan mata air sungai sebagai mata air kehidupan," jelas dia.

Dalam perspektif kepemimpinan manajemen modern, lanjut dia, apa yang dilakukan Megawati dikategorikan sebagai kepemimpinan yang membangun organisasi. Suatu kepemimpinan yang mengedepankan daya hidup negara dengan meletakkan tata pemerintahan yang kuat, profesional dan sistemik serta visioner.

"Keyakinan politik menghadapi berbagai tekanan kekuasaan selama Orde Baru, terbukti dikalahkan oleh kekuatan moral," kata politikus asal Yogyakarta ini. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler