Pegadaian Buka Transaksi Emas Online

Selasa, 26 Maret 2013 – 10:23 WIB
JAKARTA- PT Pegadaian (Persero) menawarkan produk sistem layanan berupa e-pegadaian mulia atau pembelian emas secara online. Caranya dengan mendaftar lebih dulu, baru masyarakat bisa memesan produk emas langsung dari Pegadaian. Untuk mendapatkan secara online ini, nasabah dapat mengisi formulir aplikasi e-pegadaian mulia yang dapat diperoleh di situs resmi.

Direktur Bisnis II  PT Pegadaian Persero Wasis Djuhar mengatakan,  e-pegadaian mulia adalah saluran distribusi PT Pegadaian untuk melakukan transaksi penjualan emas melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak browser pada komputer. Namun nasabah harus memiliki rekening Bank Mandiri serta fitur clickpay Mandiri untuk dapat bertransaksi.

Adapun emas yang dijual di Pegadaian lewat online ini, emas yang beratnya paling rendah 5 gram dan paling tinggi hingga 1 kg emas logam mulia. Pegadaian memastikan akan merilis secara resmi sistem transaksi pembelian emas berbasis online, mulai 1 April 2013 nanti.

"Kami sudah siap me-launching sistem transaksi beli emas online ini, per 1 April 2013. Saat ini perseroan telah menguji coba sistem tersebut untuk mempermudah nasabah yang ingin bertransaksi beli emas secara online. Hanya, masih terbatas menggunakan pembayaran dari satu perbankan. Jadi nanti akan ada langkah-langkah yang harus dilewati kalau mau beli emas online. Lalu sistem pembayarannya pakai klik Bank Mandiri," jelas Wasis dalam siaran pers yang diterima INDOPOS (Grup JPNN), Senin (25/3).

Setelah transaksi berhasil, lanjut Wasis, nasabah dapat mengambil fisik emas di cabang Pegadaian. "Sekarang memang baru bisa diambil di cabang Kramat, tapi setelah sistem launching, baru bisa diorder di cabang-cabang Pegadaian terdekat di kota nasabah. Selain itu, Pegadaian juga akan menambah sistem pembayaran melalui beberapa perbankan lain, seperti BRI dan BNI," tandasnya.

Strategi ini ditempuh, lanjut Wasis, demi menggenjot target penjualan emas sepanjang 2013, sebanyak 3 juta ton. Dengan begitu, pihaknya berharap dapat menutup tahun dengan realisasi nilai penjualan emas mencapai Rp 1,5 triliun. "Pada bulan pertama lalu, perseroan meraup omzet Rp 145 miliar dari aktivitas penjualan emas. Dan merosot menjadi lebih dari Rp 130 miliar di Februari 2013. Namun omzet akan kembali meroket pada Maret ini sekitar lebih dari Rp 150 miliar," ujarnya.

Emas dengan berat 10-15 gram, rinci dia, paling banyak diserbu nasabah Pegadaian. Kondisi ini agar lebih mudah untuk dijual atau digadaikan kembali saat menghadapi kesulitan finansial. 

"Dari keseluruhan penjualan, komposisinya sebesar 70 persen disumbang dari jual emas seberat 10 -15 gram. Sedangkan sisanya, berasal dari logam mulia, maupun emas dengan berat yang lebih besar. Proyeksi penjualan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berhasil menjual hampir 2 ton, atau tepatnya 1,99 ton emas. Sedangkan untuk harga jual emas,  Pegadaian mematok 3 persen di atas harga jual Antam," pungkasnya. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjualan Yamaha Masih Mentereng

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler