Pelajaran Sejarah Dihapuskan? Ini Klarifikasi Kemendikbud

Jumat, 18 September 2020 – 22:13 WIB
Kabalitbangbuk Kemendikbud Totok Suprayitno. Foto tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno, membantah informasi pelajaran sejarah akan dihapuskan dari kurikulum.

Menurutnya, pelajaran sejarah tetap akan diajarkan dan diterapkan di setiap generasi.

BACA JUGA: Pelajaran Sejarah Harus Dalami Figur Tokoh

“Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang," kata Totok di Jakarta, Jumat (18/9).

Dia melanjutkan, Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan.

BACA JUGA: PJJ Makan Korban, Ini Desakan Komisi X pada Kemendikbud

Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa.

Menurut Totok, penyederhanaan kurikulum masih tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang.

BACA JUGA: Kemendikbud Apresiasi Sistem Ijon Siswa SMK ala Ganjar Pranowo

“Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis” ujar Totok. 

Totok menambahkan penggodokan penyederhanaan kurikulum dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. 

“Dalam proses perencanaan dan diskusi ini, tentunya Kemendikbud sangat mengharapkan dan mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan, yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan,” terang Totok. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler