Pelatih Cilegon United Ungkap Kunci Sukses Tundukkan PSMS Medan

Selasa, 02 Juli 2019 – 20:37 WIB
Pelatih Cilegon United, Bambang Nurdiansyah dan pemainnya, Teja Ridwan, memberikan keterangan pers usai laga. Foto : Nina Rialita/pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Pelatih Cilegon United Bambang Nurdiansyah mengaku senang timnya berhasil meraih poin penuh setelah mengalahkan PSMS Medan 1-0 di Stadion Teladan, Selasa (2/7) sore.

Bambang menyebut sejatinya skuatnya datang ke Medan dengan target satu poin.

BACA JUGA: Gol Tunggal Teja Ridwan Bawa Cilegon United Tundukkan PSMS Medan

“Ini di luar ekspektasi, PSMS enggak sabar, kami mainnya counter-counter aja. Pertandingan berjalan baik, bahkan kita dapat tiga poin, tadinya target satu poin saja,” ujarnya usai laga.

BACA JUGA: FKPD Sebut SBY dan Kroninya Selalu Anggap Enteng Deklarator dan Para Senior

BACA JUGA: Sriwijaya FC 3 vs 1 PSGC Ciamis: Comeback Sempurna Laskar Wong Kito

Permainan PSMS Medan yang tak sabar, dijelaskan Bambang, karena terlalu terburu-buru ingin cetak gol. “Artinya terburu-buru mau bikin gol, enggak bisa.

Anda mau ke Jakarta, masak loncat? Mesti beli tiket dulu, naik pesawat, ada prosesnya. Ketika Medannya enggak sabar, kecolongan, alhamdulillah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Cilegon United Boyong 18 Pemain Hadapi PSMS Medan

Bambang pun memuji strikernya Teja Ridwan yang menjadi pencetak gol pada laga ini. “Ini pemain masih 20 tahun, saya bilang sama dia, kamu ajak lari aja Al Hadji (bek naturalisasi PSMS), sudah tua itu. Bekas pemain saya waktu di Arema. Bawa lari aja,” jelasnya.

Meski pertandingan dengan tensi tinggi, lemparan botol, pelanggaran, mewarnai laga, Bambang masih melihat semuanya wajar. Wasit Kemal Pasha (Jakarta) disebutnya bertindak dengan baik.

Dalam laga ini ada sembilan kartu kuning yang dikeluarkan Kemal, empat untuk PSMS (Afiful Huda, Al Hadji, Aidun Sastra, Rendi Saputra) dan lima untuk Cilegon (Wahyu Korpriyana, Wahyu Prasetyo, Jalwandi Denny Irawan dan Eka Dwi).

BACA JUGA: Mardani Ali Sera: Janji PKS adalah Menjadi Oposisi Kritis dan Konstruktif

“Wasit jauh lebih bagus. Jikapun ada kekurangan itulah kualitas kita, lebih bagus mimpinnya dianggap tidak benar, tapi dia jujur, daripada, wasit FIFA tapi ada rekasyasa itu bikin sakit hati kita. Dulu kan ada sebelum kejadian yang ramai, katanya wasit FFA tapi rekayasa,” tegasnya.

Termasuk soal atmosfer di lapangan. “Wajar saja body contact, saya kan mantan pemain. Saya lawan anak-anak PSMS di sini, rap biasa. Anak-anak saya tanamkan, ‘hei kamu belum lahir, saaya sudah ketemu Nobon (Kayamudin) di sini, biasa sikut di Medan, karena mentalnya kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Teja juga mengaku senang karena timnya bermain dengan kerjasama tim. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berges Targetkan Mitra Kukar Pulang Bawa Poin dari Kandang Sulut United


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler