Pelatih PSM Ogah Ungkit Kesuksesan Bawa Arema Juara

Senin, 03 Desember 2018 – 15:40 WIB
Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Foto: Syahrul Ramadan/JPC/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts meminta publik tidak membandingkan peluang timnya menjadi juara Liga 1 2018 dengan keberhasilannya membawa Arema Malang juara Liga Indonesia 2009/2010.

“Apa yang ada di belakang adalah masa lalu. Kebanggaan terbaru adalah mendapatkan peningkatan baru," ujar Robert, Minggu (2/12).

BACA JUGA: Liga 1 2018: Ini Jurus PSM Demi Kalahkan Bhayangkara

Dia menilai masing-masing tim memiliki kesulitan yang berbeda.

Karena itu, sambung Robert, sangat tidak elok jika membandingkan prestasinya di kedua tim tersebut.

BACA JUGA: Pelatih Persija Yakin PSM Tumbang di PTIK

"Setiap kejadian itu berbeda. Setiap orang, pemain, dan pelatih tentu ingin menjadi juara. Kami juga memiliki peluang untuk meraih kesempatan itu," jelas Robert.

Robert ingin peluang meraih gelar juara bisa menjadi motivasi bagi para pemain. Sebab, mereka dapat mencetak sejarah dengan kembali mempersembahkan trofi juara bagi PSM setelah puasa gelar selama 18 tahun.

BACA JUGA: Tandang ke Markas Bhayangkara, PSM Cuma Kebagian 100 Tiket

Momen terakhir PSM mencicipi gelar juara dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia terjadi pada Liga Indonesia musim 2000. (mat/jpc/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Robert Beri Sinyal Tinggalkan PSM, Jadi Pelatih Timnas?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler