Pelindo I Dumai Terus Tingkatkan Pelayanan untuk Hadapi Era Industri 4.0

Kamis, 10 Oktober 2019 – 22:28 WIB
Pelabuhan Dumai yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia I. Foto dok Pelindo I

jpnn.com, DUMAI - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I cabang Dumai menggelar kegiatan Port Community yang bertema 'Pelindo I Cabang Dumai dalam Menghadapi Industri 4.0 dan Optimalisasi Layanan Operasional Jasa Kepelabuhanan', di Hotel Grand Zuri Dumai, Kamis (10/10). 

SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1 M. Eriansyah menjelaskan kegiatan Port Community merupakan wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergitas bersama stakeholder dan pengguna jasa khususnya di Cabang Dumai, di mana saat ini Pelindo 1 Dumai dikenal sebagai pelabuhan pengekspor Crude Palm Oil (CPO) terbesar di Indonesia. 

BACA JUGA: Pelindo I Kini Punya Dirut Baru

“Pelindo 1 sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan terus melakukan transformasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Sesuai dengan visi Pelindo 1 yaitu Menjadi Gerbang Utama Indonesia ke Jaringan Logistik Global. Sehingga kami akan terus berusaha melakukan transformasi dan pembenahan dalam segala hal untuk mencapai visi tersebut,” terang Eriansyah.

General Manager Pelindo 1 Cabang Dumai, Jonedi Ramli menerangkan bahwa kegiatan Port Community menjadi wadah silaturahmi, bertukar informasi, dan memperluas jaringan bisnis. 

BACA JUGA: Pelindo I - AirNav dan Persero Batam Gelar Safari Ramadan BUMN di Riau

“Perkembangan Industri 4.0 kian merambat ke berbagai aspek tak terkecuali Industri Kepelabuhanan. Dengan perkembangan tersebut, Pelindo 1 Cabang Dumai juga terus mengoptimalisasikan sarana dan prasarana dalam segmen bisnis yang dilakukan oleh Pelabuhan Dumai,” terang Jonedi Ramli.

Pelabuhan Dumai menjadi salah satu Pelabuhan yang memiliki terminal curah cair terbesar di Indonesia dengan throughput CPO tertinggi di Indonesia, yang memiliki tiga dermaga yakni: Dermaga A sepanjang 348 meter untuk general cargo dan 20 meter untuk pelabuhan penumpang, Dermaga B sepanjang 800 meter untuk terminal curah cair, serta Dermaga C sepanjang 500 meter untuk kapal kontainer dan komoditi curah kering. 

Arus kunjungan kapal di Pelabuhan Dumai sampai dengan bulan September 2019 sebesar 3.365 call atau 26.597.574 GT  dan dengan trafik bongkar muat barang sebesar 7.156.116 Ton serta bongkar muat peti kemas sebesar 7.351 Box atau 7.627 TEUs.

Saat ini berbagai fasilitas dan peralatan yang berada di Pelabuhan Dumai, di antaranya: 7 Kapal Pandu, 11 Kapal Tunda, 3 Forklift, 3 Mobile Crane, 1 Reach Stacker, 4 Excavator, 10 Loader, dan 13 Dump Truck. 

Selain itu, saat ini Pelabuhan Dumai telah menerapkan IGMT yang merupakan sistem permohonan pelayanan kapal dan barang secara online dan realtime yang terintegrasi dengan Inaportnet yang memudahkan para pengguna jasa yang bisa melakukan kontrol 24 jam dengan monitoring status pelayanan jasa kepelabuhanan secara online serta pranota dan nota yang bisa dilihat di Website. 

Pelindo 1 juga akan segera meluncurkan program Customer Relationship Management (CRM) yang digunakan untuk mengelola hubungan antara Pelindo 1 dengan pelanggan sehingga dapat memaksimalkan komunikasi dan pemasaran yang juga diterapkan di Pelabuhan Dumai.

“Dengan terselenggaranya kegiatan Port Community di Pelabuhan Dumai, kami bisa saling bertukar informasi dan ide untuk terus melakukan pembenahan baik itu dari segi fasilitas, kualitas SDM, dan pelayanan dengan konsep yang modern di era industri 4.0 ini yang mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” tandas Jonedi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler