Pemain Jangan Suka Merengek

Sabtu, 16 Juni 2012 – 08:32 WIB
Wartawan Jawa Pos Mohammad Ilham dengan wasit asal Inggris Howard Webb (kanan) di Stasiun Poznan Glowly. Foto: JAWA POS

WASIT selalu saja menjadi sorotan ketika ada insiden di lapangan. Situasi itu membuat tekanan kepada mereka sangat kencang. Apalagi, di Euro 2012, yang persaingannya ketat dan menjadi sorotan dunia. Tekanan itu ditanggapi dengan tenang oleh wasit asal Inggris Howard Webb.

Webb yang dulunya seorang polisi di Yorkshire, Inggris, dikenal sebagai wasit yang tegas dan cepat dalam mengambil keputusan. Memang, ada beberapa kontroversi yang sempat dibuatnya, termasuk ejekan dari sebagian suporter Inggris bahwa dia cenderung pro-Manchester United.

Namun, ditunjuknya Webb sebagai wasit final Liga Champions 2010 dan juga final Piala Dunia 2010 menjadi bukti reputasinya. Pada Euro 2012 ini dia juga bertugas sebagai wasit. Saat ini sudah dua laga yang dipimpinnya, saat Rusia menang 4-1 atas Republik Ceko (8/6) dan Italia imbang dengan Kroasia 1-1 (14/6).

Webb juga merupakan wasit yang dinilai berjasa ketika Fabrice Muamba terkapar akibat serangan jantung pada perempat final Piala FA antara Tottenham Hotspur dan Bolton Wanderers, 17 Maret lalu. Jawa Pos bertemu dengan Webb saat perjalanan kereta api dari Poznan ke Warsawa, berikut petikan wawancaranya.

Pekerjaan sebagai wasit penuh tekanan bagaimana Anda mengatasinya?
Yang terpenting ketika sedang menjalankan tugas adalah tetap fokus. Jangan biarkan lingkungan, baik itu pemain, pelatih, atau penonton, mengganggu konsentrasi Anda. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik.

Banyak yang bilang Anda pro-United?
Ah, itu hanya anggapan orang.

Sudah dua pertandingan Anda pimpin di Euro 2012, bagaimana tanggapan Anda?
Maaf, untuk tugas yang sedang saya jalankan, tidak boleh saya bicarakan, itu sudah menjadi keharusan buat para wasit agar tidak membuat penafsiran lain.

Yang paling saya ingat dari aksi Anda adalah keputusan Anda menghentikan pertandingan ketika Muamba mengalami serangan jantung. Apa yang Anda pikirkan ketika itu?
Keselamatan pemain nomor satu. Tugas kami bukan hanya untuk memastikan pertandingan berjalan fair play dan selesai dengan baik. Banyak gangguan di lapangan, tetapi kami harus tahu mana yang terpenting. Anda bisa melihat sendiri ekspresi kengerian di wajah para pemain ketika itu, saya pikir laga itu memang harus dihentikan demi kebaikan.

Apa pesan Anda kepada pemain agar permainan berjalan dengan enak ditonton dan tetap fair play?
Jangan terlalu sering merengek. Kalau pemain terlalu sering merengek ketika terjatuh dan pura-pura kesakitan, akan membuat pertandingan sering terhenti. Itu juga membuat kami kesulitan menilai mana yang benar-benar cedera atau mana yang tidak. (ham)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Ada Celah Data Honorer Ditambah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler