Pemancing Terseret Ombak Ditemukan Tewas di Pantai Sumbawa Barat

Senin, 22 Mei 2023 – 07:01 WIB
Tim SAR Mataram saat melakukan evakuasi jasad pemancing yang tewas terseret ombak di Kabupaten Sumbawa Barat (ANTARA/Humas SAR Mataram)

jpnn.com - MATARAM - Seorang pemancing tewas terseret ombak di Pantai Sekepung, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Jasad pemancing bernama Suryana itu telah dievakuasi Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA: Nelayan Asal Sukabumi Hilang Tenggelam di Perairan Banten, Tim SAR Bergerak

“Korban Suryana yang tenggelam saat memancing ikan ditemukan terdampar sejauh 8 kilometer di pesisir Pantai Ai Bage, Desa Tonggo dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Minggu (21/5).

Setelah dilakukan pencarian di hari keempat dengan melakukan penyisiran di pesisir pantai, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA: Warga yang Tewas Diserang Harimau Melakukan Penebangan Liar

Selanjutnya, anggota mengevakuasi dan membawanya ke Puskesmas Aikangkung.

"Korban merupakan warga Dusun Ai Betak, Desa Aikangkung yang dicari sejak hari Kamis (18/5)," ungkapnya.

BACA JUGA: Siswa SD di Sukabumi Tewas Dianiaya di Sekolah, Polisi Turun Tangan

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama mertuanya pergi mancing ikan di wilayah Pantai Sekepung.

Setelah itu, tiba-tiba korban diterjang ombak dan terseret ke tengah laut hingga tenggelam.

"Saat memancing korban terseret arus ombak," katanya.

Melihat kejadian yang menimpa korban, mertuanya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil.

Mertuanya pun meminta bantuan ke warga sekitar untuk melakukan pencarian.

"Namun, belum bisa ditemukan," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB pada peralihan musim kemarau 2023.

"Kecepatan angin maksimum mencapai 40 kilometer per jam," kata Prakirawan Stasiun Zaenudin Abdul Majid Gede Dedy Krisnawan.

Potensi peningkatan kecepatan angin terjadi di sebagian wilayah di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur.

Selain itu, di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti atap rumah berterbangan, pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum lainnya," ujarnya.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang setinggi 2 meter lebih di wilayah perairan NTB. 

"Waspada dampak potensi gelombang di wilayah NTB yang mencapai 2 meter lebih," ungkapnya.

BMKG juga menyatakan kecepatan angin mencapai 27 knot dengan potensi tinggi gelombang di atas 2 meter lebih di selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan selat Sape bagian selatan dan Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat.

"Warga yang ada di pesisir pantai wilayah NTB agar tetap waspada terhadap dampak gelombang," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler