Pemda yang Tidak Patuh Surat Edaran Satgas Covid-19 soal Mudik Patut Dikenai Sanksi

Sabtu, 17 April 2021 – 13:27 WIB
Ilustrasi mudik di IStasiun Kereta Api. Foto; Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Darul Siska  meminta pemerintah daerah tegas menegakkan Surat Edaran Satgas Covid-19 terkait penanganan Covid-19 selama Ramadan dan perayaan Idulfitri kepada warga mudik Lebaran.

Menurutnya, berbagai cara bisa dilakukan pemda untuk mendukung keputusan pemerintah pusat melarang masyarakat mudik.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Oknum TNI Dukung OPM, Kubu Rizieq Berterima Kasih, Seleksi PPPK 2021

"Pemda bisa menugaskan atau minta bantuan RT/RW untuk memantau orang yang datang di wilayahnya dan minta menunjukkan hasil test PCR atau swab antigen," kata Darul.

Dia mengatakan jika hasil tes menunjukkan positif Covid-19, warga harus segera diisolasi. Selain itu, menurut Darul, pemda bisa membentuk satuan tugas yang kerjanya mencegah orang masuk wilayahnya.

BACA JUGA: Doni Monardo: Dilarang Mudik Bukan Berarti Sebelum Tanggal 6 Bisa Pulang Kampung

"Kecuali bisa menunjukkan bukti bahwa yang bersangkutan negatif Covid-19," katanya.

Darul juga berpendapat perlu koordinasi yang baik antar pemerintah pusat dan pemda yang mengawasi pelaksanaan peraturan larangan mudik.

BACA JUGA: Azis Syamsuddin: Aturan Larangan Mudik Jangan Membingungkan Masyarakat

Menurut dia, pemda yang tidak menegakkan Surat Edaran Satgas Covid-19 patut dikenai sanksi.

"Agar semua bertanggung jawab mencegah penularan Covid-19," tegas Darul.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku memahami suasana batin masyarakat yang ingin mudik saat Lebaran.

Namun, menurut Rahmad, masyarakat harus sabar dan bisa menahan diri. Saat ini kasus positif Covid-19 masih cukup tinggi.

Rahmad mencontohkan India yang beberapa waktu lalu disebut berhasil mengendalikan Covid-19, kemudian rakyatnya bereuforia dengan mengadakan berbagai acara. Kini kasus Covid-19 di sana kembali naik. Menurut Rahmad, kejadian di India harus menjadi pelajaran.

"Kita masih jauh dari kata mengendalikan Covid-19. Kalau lengah, implikasinya akan berisiko terhadap kita sendiri. Libur panjang beberapa waktu lalu selalu berkontribusi meningkatkan sangat signifikan paparan Covid-19," ungkapnya.

Rahmad mengapresiasi keputusan pemerintah memangkas cuti bersama Lebaran. Namun, menurutnya, itu tidak cukup. Harus ada komitmen dari masyarakat untuk tidak mudik. 

Dia berharap masyarakat merayakan Idulfitri di rumah masing-masing. "Selamatkan diri kita masing-masing, selamatkan saudara kita, orang tua, teman dari Covid-19," kata Rahmad. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler