Pemerintah Berjanji Agenda Besar di NTB Akan Berjalan Sesuai Prokes

Rabu, 02 Juni 2021 – 19:09 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto Kemenparekraf

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berjanji penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Superbike 2021 di Nusa Tenggara Barat, berjalan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Indonesia kemungkinan akan menjadi tuan rumah salah satu seri balap yang rencananya akan digelar pada November 2021 mendatang.

BACA JUGA: Menpora Amali Optimistis FIBA Asia Cup 2021 Berjalan Sukses

Selain akan melibatkan 24 atlet mancanegara, diperkirakan ada 20 ribu penonton per hari yang berpotensi untuk menyaksikan ajang World Superbike ini.

Pemerintah mengupayakan penerapan protokol kesehatan yang ketat di tengah antusiasme tinggi tersebut.

BACA JUGA: Dukung Persiapan MotoGP dan World Superbike, Bamsoet Dorong Pembangunan Homestay di Mandalika

Demikian disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/6), usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Rapat tersebut membahas persiapan penyelenggaraan dua ajang besar, yakni FIBA Asia Cup 2021 dan Superbike World Championship 2021 di Indonesia.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Ajak Cinta Laura Sosialisasikan Desa Wisata Cibuntu

"Tadi arahan Bapak Presiden, bahwa walaupun antusiasme yang tinggi dari masyarakat, tetapi penyelenggaraan harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan disiplin, baik bagi para atlet, maupun ofisial kru, dan juga para penonton," kata Sandi.

Dia menjelaskan, nantinya para atlet yang akan berlaga diharapkan hadir lima hari sebelum latihan dengan status sudah divaksinasi oleh enam merek yang sudah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, sebelum keberangkatan mereka juga akan diminta untuk melakukan tes PCR.

Setelah kedatangan, para atlet akan terus secara rutin dilakukan pengetesan PCR selama dikarantina.

"Dengan konsep bubble, kami harapkan ini menjadi event internasional yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan event besar olahraga berskala internasional dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," katanya.

Tak hanya untuk para atlet, sistem bubble tersebut juga akan diterapkan bagi para penonton melalui pengetesan berjenjang serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Adapun terkait kapasitas penonton, Sandi menyebut akan diputuskan pada saat menjelang penyelenggaraan ajang tersebut di NTB.

"Keputusannya apakah dari kapasitas penonton yang 20 ribu per hari itu adalah sepuluh, 20, atau 30 persen nanti akan ditentukan pada saat terakhir dan penonton juga akan dilakukan sistem bubble melalui testing berjenjang dan diharapkan juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tuturnya.

Politikus Gerindra itu berharap, dua ajang olahraga internasional yang akan diselenggarakan tersebut mampu membangkitkan semangat dan menunjukkan bahwa Indonesia siap menggelar ajang kelas dunia di tengah pandemi Covid-19.

"Covid-19 memaksa kami beradaptasi dan ini kami lakukan dengan penuh konsekuensi secara totalitas untuk memastikan pengendalian Covid-19. Terakhir, kami harapkan ini bisa menggeliatkan kembali perekonomian maupun pariwisata dalam bingkai pengendalian Covid-19," katanya. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler