Pemerintah Klaim Kehadiran TNI-Polri Bukan untuk Menakuti Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2020 – 17:39 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. Foto: Humas BNPB

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan kehadiran tentara dan polisi bukan untuk menakuti masyarakat. Menurut Doni, kehadiran dua institusi negara itu untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menghadapi tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus Corona.

"Kehadiran TNI dan Polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi semata-mata membantu masyarakat satu sama lainnya mengingatkan satu sama lainnya agar masyarakat betul-betul taat dan patuh kepada protokol kesehatan," kata Doni melalui telekonferensi, Rabu (27/5).

BACA JUGA: Jokowi Sampai Dua Kali Minta Jawa Timur Diperhatikan

Presiden Jokowi, kata Doni, telah menugaskan polisi dan tentara untuk ikut membantu membuka masyarakat di empat provinsi dan 25 kota atau kabupaten yang sudah memutuskan memilih PSBB.

Sementara itu pemerintah juga meyakini virus Covid-19 masih tetap berlangsung, tanpa mengetahui pasti kapan akan berakhir.

BACA JUGA: Update Corona 27 Mei: Lebih Buruk dari Semua Sisi

"Kami pun belum bisa memutuskannya. Oleh karenanya, kami tetap harus mempersiapkan diri, kami tidak boleh lengah. Bapak Presiden mengatakan tidak boleh kendor," kata Doni.

Oleh karena itu, lanjut Doni, masyarakat harus beradaptasi dengan Covid-19. Cara itu dianggap paling ampuh saat ini demi mempertahankan kelangsungan hidup.

BACA JUGA: Update Corona 27 Mei: Kasus Positif Cpvid-19 Hari Ini Lebih Banyak Dibandingkan Kemarin

"Kita tetap harus menjaga tidak terpapar, tetapi kita juga tetap harus mampu beraktivitas," kata dia. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler