Pemerintah Menyiapkan Skema Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran Indonesia

Senin, 11 Mei 2020 – 15:57 WIB
Para pekerja migran Indonesia dari Yordania. Foto : Humas Kemnakertrans

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya menyiapkan skema kepulangan sekitar 34 ribu pekerja migran Indonesia sekitar Mei-Juni 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Jokowi tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Arief Poyuono: Saatnya Jokowi Menjalankan Trisakti Bung Karno, bukan Menerbitkan Surat Utang

"Kepulangan pekerja migran Indonesia agar betul-betul berjalan dengan baik di lapangan. Saya menerima laporan bahwa pada Mei dan Juni ada kurang lebih 34 ribu pekerja migran Indonesia yang kontraknya akan berakhir," ujarnya melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Para pekerja tersebut terbesar berasal dari daerah Jawa Timur sebanyak kurang lebih 8.900 pekerja.

BACA JUGA: Di Tengah Pagebluk Corona, 34.300 Pekerja Migran Diprediksi Bakal Kembali ke Indonesia

Kemudian disusul Jawa Tengah sejumlah 7.400 pekerja, Jawa Barat dengan 5.800 pekerja, dan Nusa Tenggara Barat dengan 4.200 pekerja.

Sementara itu dari Sumatera Utara dengan 2.800 pekerja, Lampung dengan 1.800 pekerja, hingga Bali dengan jumlah 500 pekerja.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Klaster Freeport Dimulai, Pemprov DKI Ingkar Janji? Telur Infertil

"Ini agar betul-betul diantisipasi, disiapkan, dan ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan dan ikuti pergerakan sampai ke daerah," imbuh dia.

Pemerintah menyiapkan pintu masuk bagi para pekerja migran tersebut melalui sejumlah jalur, yakni melalui jalur udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, jalur laut melalui Pelabuhan Benoa dan Tanjung Priok, serta melalui Batam dan Tanjung Balai bagi pekerja migran dari Malaysia.

Kepala Negara juga menekankan bahwa skema kepulangan mereka harus melalui protokol kesehatan yang ketat dan diikuti dengan kesiapan fasilitas karantina yang diperuntukkan bagi para pekerja migran Indonesia tersebut.

"Ingin saya tegaskan agar diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya yang kita miliki. Juga dipastikan kesiapan tempat karantina, rumah sakit rujukan bagi para pekerja migran kita tersebut," tandasnya. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler