Penambang Bauksit Ilegal Beroperasi Lagi di Pulau Koyang

Sabtu, 02 Maret 2013 – 11:44 WIB
TANJUNGPINANG - Aktivitas penambangan ilegal (illegal mining) bauksit oleh PT Citra Sahaja Setia (CSS) di Pulau Koyang, Bintan masih berlangsung. Beberapa waktu lalu, PT CSS membawa bauksit ilegal dari Pulau Koyang tersebut ke Mantang untuk dijual ke pembeli.

Padahal pada 14 September 2012 lalu, puluhan anggota Polres Bintan bersama satu pleton satuan Brimob Polda Kepri, menghentikan dan menyegel aset tambang ilegal PT CSS. "Ya, dulu kita tahu mereka menambang tapi tak ada izin. Kalau mereka menambang lagi, saya tidak tahu. Berhubung Sabtu (2/3) hari libur, saya dan staf akan mengecek ke sana," ujar Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertambangan dan Energi Bintan, Yanti, dikonfirmasi Batam Pos terkait aktivitas tambang ilegal tersebut, Jumat (1/3).

Sumber Batam Pos menyebut Kiki Abdurrahman dan Paulus Stefandy, pengusaha asal Jakarta yang menggerakkan PT CSS, memiliki pengaruh dan uang. Sehingga, penambangan ilegal di pulau bekas aktivitas PT Aneka Tambang (Antam) tersebut, bisa berjalan mulus.

Saat hal itu ditanyakan ke Yanti, ia tak menafikannya. "Ya, memang saya pernah dengar nama mereka. Tapi, natilah ya saya cek," ucap Yanti.

Kiki Abdurrahman yang dihubungi ke ponselnya mengaku kaget karena wartawan tahu nomor ponselnya. "Kok jauh sekali Anda menghubungi saya," ujarnya.

Modus operandi penambangan ilegal tersebut dengan membawa bauksit ke pelabuhan Danpac Resources di Mantang untuk dijual ke pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dengan harga USD 12 dolar per metrik ton. Tujuan dibawa ke Mantang, untuk mengelabui petugas dan masyarakat setempat, seolah-olah bauksit itu dari pelabuhan Danpac Resources.

Sementara Paulus Stefandy yang dihubungi Batam Pos melalui sambungan telepon tak mau menjawab. Saat dikirim SMS untuk konfirmasi pertanyaan, Paulus juga tak merespon.

Sumber Batam Pos menyebutkan, PT CSS dalam memuluskan aktivitas pertambangannya Pulau Koyang dengan melibatkan negosiator Ketua DPRD Bintan, Lamen Sarihi. Ada tiga kali pertemuan, dua kali di Jakarta dan sekali di Batam antara penghujung 2012 dan awal tahun 2013.

Tapi, semua keterangan sumber Batam Pos tersebut dibantah Lamen. "Itu semua tak benar," ujarnya via pesan singkat. (ash/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penyalahgunaan Narkoba Terbanyak Dilakukan PNS

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler