Penampakan Hantu Cuma Bualan? Riset Ilmiah Membuktikan...

Jumat, 25 Agustus 2023 – 22:50 WIB
Salah satu adegan dalam The NUN II yang menampilkan kemunculan hantu valak. Foto: YouTube/Warner Bros.

jpnn.com - Barangkali ada di antara pembaca JPNN.com yang merasa melihat hantu.

Atau, mungkin ada juga yang pernah mendengar cerita tentang penampakan makhluk halus.

BACA JUGA: Tiba-tiba Laptop Berbunyi, Hiii... Ada Hantu Wanita Berbaju Pengantin Terekam CCTV

Studi ilmiah menunjukkan penampakan hantu cuma bualan. Setidaknya begitulah hasil penelitian para ahli di Unit Riset Psikologi Anomali Universitas Goldsmiths, London.

Dr. Chris French yang mengepalai unit penelitian itu menjelaskan ada tiga alasan psikologis tentang mengapa orang-orang percaya pada hantu. Ketiga alasan itu ialah kepercayaan sebelumnya, konteks, dan halusinasi.

BACA JUGA: Hiii... Cewek Ini Mengaku Berindehoi dengan Hantu Ganteng

“Ketika orang-orang mendengar kata hantu, Anda membayangkan dedemit berjalan melalui tembok,” ujar French.

Namun, konteks juga menjadi faktor penting mengapa orang percaya pada hantu. Misalnya, seseorang diajak berjalan-jalan di sebuah bangunan tua.

BACA JUGA: Hiii...Ini Penampakan Hantu Ngintip Cewek Selfie

Selanjutnya, ada seseorang mengatakan bangunan itu berhantu.

“Jika Anda masuk ke dalam ruangan, Anda mungkin mendapatkan beberapa pengalaman aneh,” ujar Dr. French.

Menurut Dr. French, pengalaman itu bukan karena hantu, melainkan disebabkan sugesti.

“Itu adalah kekuatan sugesti dan bukan yang lain,” tuturnya.

Faktor psikologis lainnya ialah halusinasi. Sebenarnya halusinasi sering terjadi.

“Siapa pun bisa berhalusinasi dalam kondisi kurang tidur ekstrem, stres berat, atau suhu tinggi,” ujar Dr. French.

Di luar sebab psikologis itu ada faktor lain yang membuat sebuah tempat dianggap berhantu.

Penelitian menunjukkan sebuah tempat memiliki medan elektomagnetik sehingga dianggap berhantu.

Medan elektromagnerik adalah area radiasi tidak kasatmata yang merambat dalam gelombang. Sumbernya bisa karena alamiah ataupun buatan manusia.

Dalam kasus yang jarang terjadi, medan elektromagnetik bisa menyebabkan gangguan pada sinyal otak seseorang sehingga memicu halusinasi.

Sebab lainnya ialah suara tersembunyi. Menurut Dr. French, dunia adalah tempat yang berisik dan tidak semua kebisingan itu bisa didengar manusia.

Ada banyak gelombang audio yang terlalu rendah (atau mungkin terlalu tinggi) untuk didengar indra pendengaran manusia.

Frekuensi rendah -sekitar 19 Hz- bisa menyebabkan mata manusia sedikit bergetar sehingga menimbulkan ilusi optik.

Satu lagi yang nyaris luput dari perhatian tentang mengapa sebuah bangunan tua yang kosong kerap dianggap berhantu. Bangunan tua yang tidak ditempati kerap ditumbuhi jamur.

“Rumah yang katanya berhantu cenderung memiliki lebih banyak jamur,” ujar Prof. Shane Rogers, guru besar teknik sipil dan lingkungan di Universitas Clarkson, New York.

Prof. Shane pernah melihat anak-anaknya berperilaku aneh. Ternyata anak-anaknya baru saja bermain di ruang bawah tanah atau rubanah.

Setelah melihat acara televisi yang menampilkan rumah-rumah berhantu, Prof. Shane menyadari bahwa banyak bangunan tua tersebut menunjukkan tanda-tanda jamur.

Bangunan lembab biasanya ditumbuhi jamur aspergillus yang bisa menyebabkan sesak napas.

Jamur yang bisa melayang dalam gelap itu juga bisa menyebabkan peradangan pada saraf optik.

Selain aspergillus, ada pula stachybotrys yang juga dikenal dengan sebutan jamur hitam.

Hasil penelitian laboratium mengungkap stachybotrys bisa menyebabkan rasa takut pada tikus.(TheSUN/JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Penampakan Hantu Kuyang Saat Siang, Ternyata....


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler