Penanganan Covid-19 di Indonesia Dinilai Lebih Baik dari Negara Lain

Selasa, 10 November 2020 – 23:18 WIB
Wiku Adisasmito. Foto: ANTARA/Prisca Triferna

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, upaya menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain di dunia. Hal ini dibuktikan melalui data perbandingan kasus aktif.

Hari ini terjadi penambahan kasus positif sebanyak 3.779 kasus, sementara kasus aktif hari ini sebanyak 53.846 orang atau 12,12 persen, dibandingkan rata-rata dunia sebesar 27,16 persen.

BACA JUGA: Janda Dua Anak Tewas Bersimbah Darah di Rusunawa

"Sedangkan jumlah kesembuhan kumulatif 250.741 kasus atau 84,6 persen. Di mana kasus sembuh dunia adalah 70,35 persen. Untuk jumlah kasus meninggal kumulatif sebanyak 14.761 atau 3,3 persen di mana kasus meninggal dunia sebesar 2,47 persen," kata Wiku di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (10/11).

Dari grafik data Kementerian Kesehatan per 8 November 2020, melihat grafik kasus aktif Covid-19 berada di level 12,16 persen dan lebih rendah dari rata-rata dunia mencapai 27,16 persen. Apabila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara saja, Indonesia lebih rendah dari Malaysia (27,4 persen) dan Myanmar (22,39 persen).

BACA JUGA: Pembunuh Janda Dua Anak di Rusunawa Ditangkap, Nih Penampakannya

Dari negara-negara di Eropa dan Amerika, kasus aktif Indonesia lebih rendah. Negara-negara Eropa dan Amerika seperti Perancis (90,55 persen), Belgia (91,47 persen), Swiss (60,64 persen), Jerman (35,95 persen) Amerika Serikat (34,78 persen).

"Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa penganan Covid-19 di Indonesia sudah on the track atau sesuai. Bahkan dengan rendahnya angka kasus aktif Indonesia, kita juga berperan dalam menekan kasus aktif di tingkat global," tambah Wiku.

BACA JUGA: Video Viral Bola Mata Jenazah Pasien Positif Covid-19 Hilang, Satgas Beri Klarifikasi Begini

Pencapaian yang baik ini harusnya tidak membuat semua pihak lengah. Pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentigan lainnya untuk berkolaborasi menakan angka kasus aktif. Indonesia bisa belajar dari negara tetangga seperti Thailand (3,09 persen) dan Singapura (0,09 persen).

Lalu pada kasus meninggal, Indonesia masih dapat terkendali laju penambahan kasusnya. Di negara-negara lain terlihat laju penambahan kasus yang signifikan dalam waktu singkat.

"Sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya sehingga tidak ada sudden spike atau loncatan mendadak (grafik data). Ini menunjukkan kehati-hatian ndan kewaspadaan yang tinggi," katanya.

Meski demikian, ada yang menjadi catatan dibandingkan negara-negara lain. Saat ini Indonesia angka kematian 3,33 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,47 persen. Bahkan angka di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Untuk Asia Tenggara saja Indonesia masih yang tertinggi.

Dibandingkan Singapura (0,04 persen), Malaysia (0,71 persen), Thailand (1,5 persen), Filipina (2 ribu) dan Myanmar (2,31 persen). Negara lain di Asia seperti Jepang (1,68 persen) juga lebih rendah dari Indoensia. Untuk Eropa dan Amerika seperti Swiss (1,26 persen), Jerman (1,69 persen), Perancis (2,26 persen), Amerika Serikat (2,34 persen) dan Belgia (2,6 persen).

Masih tingginya angka kasus meinggal ini harus menjadi perhatian semua pihak. Harusnya Indonesia belajar dari negara-negara yang menekan angka kematiannya. Pemerintah katanya akan terus meningkatkan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk menekan angka kematian.

Peningkatan 3T ini merupakan langkah penting untuk memastikan mereka yang positif Covid-19 dan kontak terdekatnya dapat dideteksi secara dini, sekaligus memastikan penanganan yang diberikan lebih cepat sehingga meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian.

BACA JUGA: Letkol Oke Kristianto: Pelaku Ditangkap Saat Ganti Nomor Polisi Mobil di SPBU

"Penting untuk diingat bahwa upaya meningkatkan 3T merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah segera koordinasikan ke pemerintah pusat jika menemui kendala dalam 3T. Masyarakat jangan takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," pesan Wiku. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler